Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ramadan Tiba, Pengrajin Peci di Kudus Banjir Pesanan

MuriaNewsCom, Kudus – Bulan Ramadan menjadi berkah sendiri bagi pengrajin peci milik M Nor Yasin (36), Desa Honggosoco RT 3/RW 2, Kecamatan Jekulo Kudus. Pasalnya pesanan peci meningkat hingga 100 persen di momen bulan Ramadan.

Setiap bulannya produksi peci mencapai 400-an buah. Namun, di bulan Ramadan ini mengalami lonjakan hingga 800 buah. Hal itu dikarenakan banyaknya pesanan dari luar daerah Kudus seperti Jawa Barat.

Yasin mengatakan, harga peci yang ditawarkannya pun bermacam-macam. Mulai dari Rp 40 ribu hingga Rp 75 ribu. Hal itu tergantung motif peci yang dipesan.

“Kalau kami memang bukan nomor satu, tapi kami menjaga kualitas. Karena peci yang kami tawarkan kesannya lebih ringan,” terang dia kepada MuriaNewsCom, Sabtu (19/5/2018).

M Nor Yasin(36) saat mengemas peci buatannya untuk dikemas di Desa Honggosoco RT 3 RW 2, Kecamatan Jekulo Kudus, Sabtu (19/5/2018). (MuriaNewsCom/Dian Utoro Aji)

Untuk bahan baku yang digunakan, ia juga mengambil produk impor. Salah satunya kain bludru yang di dalamnya dipadu dengan kain keras. Hal itu menjadi unggulan peci yang ditawarkan karena peci buatannya lebih awet dan tidak mudah rusak ketika terkena air.

“Tergantung pesanan. Yang menginginkan harga murah, kain kerasnya kami diganti dengan bahan lain. Namun untuk kualitasnya memang jauh dibandingkan dengan songkok yang menggunakan kain keras,” kata dia.

Kendala yang dihadapi dalam membuat peci selain tenaga kerja yang jumlahnya delapan tenaga kerja, yakni terkait proses pembuatan motif masih harus memesan ke Gresik, Jawa Timur.  Sehingga proses pembuatan peci menjadi lama.

“Karena beberapa baku harus dibeli dari Gresik, seperti kain beludru dan kain keras karena importir terbesar berasal dari sana,” kata dia.

Meski demikian, peci buatannya itu menjadi pilihan untuk memesan peci dari Kudus,  karena  selain mempertimbangkan kualitas juga harganya yang lebih murah.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...