Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jelang Pilkades Serentak, Perda Kades dan Perangkat Desa di Pati Direvisi

MuriaNewsCom, Pati –  Peraturan Daerah (Perda) Kabupateh Pati Nomor 11 Tahun 2014 tentang Kepala Desa (Kades) dan perubahan atas perda Nomor 2 tahun 2015 tentang Perangkat Desa, akan direvisi. Mengingat, masa pemilihan kepada desa (Pilkades) serentak, sudah dekat, yakni Desember mendatang.

Bupati Pati Haryanto  mengatakan, revisi kedua perda tersebut adalah untuk menyesuaikan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab, keputusan MK tersebut memperbolehkan calon Kades maupun calon perangkat desa, berasal dari luar desa  tersebut.

“Sebelum saya menyelenggarakan pesta demokrasi pilkades serentak besok pada Desember 2018, kami harus merevisi dulu Perbup maupun Perdanya terkait hal itu. Sehingga, apabila nanti muncul protes dari masyarakat, kami bisa mengakomodirnya,” ungkap Haryanto usai  Rapat Pripurna DPRD Kabupaten Pati terkait Penjelasan Bupati terhadap perubahan atas perda Nomor 11 Tahun 2014 dan perubahan atas perda Nomor 2 Tahun 2015, Rabu (9/5/2018).

Dia mengaku, revisi tersebut tidak melalui program legislasi daerah (Prolegda), tetapi pihaknya mengusulkan langsung ke Ketua DPRD. Dalihnya, revisi tersebut dikatakan mendesak, lantaran Pilkades akan diselenggarakan pada Desember mendatang.

Dia mencontohkan, perda yang akan direvisi tersebut sama seperti peraturan pemilihan kepala daerah, yang tidak membatasi adanya tempat tinggal atau domisili. Dalam artian, seorang orang baik penduduk asli pati ataupun tidak, boleh mengikuti atau menjadi calon kades.

“Kalau dalam perda lama kan tidak boleh. Kades harus putra desa, atau minimal sudah berdomisili selama satu tahun di desa yang menyelenggarakan pilkades. Sistemnya akan kita buat seperti itu,” imbuhnya.

Dia menekankan, calon Dari manapun akan diperbolehkan untuk ikut kontestasi dalam pilkades serentak di pati. Hanya, semua persyaratannya harus dipenuhi. Selain itu, pihaknya juga mengaku tidak ada batasan terkait calon yang akan maju dalam kontesntasi.

“Kalau ada orang dari luar jawa ingin ikut nyalon di salah satu desa di pati, ya boleh-boleh saja. Yang penting semua prosedurnya sudah benar. Nanti yang milih, kan rakyat,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...