Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hebat!! Seniman dari Sambonganyar Blora Runner Up Sinden Idol 2018

MuriaNewsCom, BloraPrestasi mengesankan diraih Wulandari, duta seni asal Blora dalam ajang Sinden Idol IV tahun 2018. Dalam ajang ini, perempuan berusia 25 tahun itu mampu meraih runner up. Ajang Sinden Idol IV dilangsungkan di Kampung Budaya, Universitas Negeri Semarang (Unnes) akhir pekan lalu.

Wulan mengaku cukup kaget ketika dinobatkan sebagai juara II. Meski punya kapasitas, namun Wulan mengaku tidak memasang target apapun dalam even tersebut. Meski begitu, ia berupaya untuk tampil sebaik mungkin.

“Alhamdulillah, bisa meraih juara dua itu sudah diluar dugaan. Nggak nyangka, karena semua pesertanya mempunyai bakat yang luar biasa,” ucapnya, Selasa (8/5/2018).

Menurutnya, dalam even itu ada puluhan peserta yang berasal dari berbagai daerah se- Pulau Jawa. Untuk juara I diraih Linda Ningsih dari Cilacap dan juara III digondol peserta dari Jakarta.

“Dalam babak grand final diikuti sepuluh pesinden. Saya menyanyikan dua tembang. Yakni tembang wajib Pangkur Laras Slendro Pathet Songo dan tembang pilihan Langgam Roning Turi,” lanjut Wulan.

Perhelatan Sinden Idol di Unnes Semarang memang sudah dilangsungkan empat kali. Namun, Wulan baru ikut serta pada Sinden Idon yang keempat ini.

Bertindak sebagai juri dalam babak grand final tersebut adalah Widodo Brotosejati (dosen Sendratasik Unnes), Suyoto (ISI Surakarta), Sutarmi (empu sinden Semarang), Bambang Supriyono (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng) dan juri kehormatan Sri Puryono (Sekda Provinsi Jawa Tengah).

Pada penampilan perdana, Wulan sudah mampu meraih juara kedua. Atas prestasinya ini, Wulan menerima piagam penghargaan dan uang pembinaan Rp 15 juta.

“Sempat ndredeg, tapi alhamdulillah lancar dan bisa memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Blora,” ujarnya.

Masih dikatakan Wulan, dari peserta yang ikut, hanya ia saja yang berprofesi sinden secara otodidak, tanpa mengenyam pendidikan atau sekolah kesenian. Peserta lainnya dalam ajang tersebut merupakan jebolan sekolah kesenian.

Wulan mengaku, sejak kelas satu SMP sudah mulai berlatih nyinden karena lingkungan keluarganya memang pelaku seni. Terhitung, sudah sekitar 12 tahun, Wulan berkecimpung dalam dunia sinden.

“Bapak saya adalah seorang pengrawit. Sejak SMP sudah diajari nyanyi tembang jawa oleh kakak saya yang juga seorang panjak kendang. Selama ini, saya sudah pernah manggung diberbagai kota,” sambungnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...