Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Anak dan 2 Cucu Mantan Presiden Soeharto Dilaporkan ke Polresta Sukarta

MuriaNewsCom, Solo – Tiga anggota keluarga Cendana dilaporkan PT Sekar Wijaya ke Polresta Surakarta. Perusahaan properti asal Jakarta itu melaporkan keluarga mantan Presiden Soeharto ini atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan uang pembelian lahan bekas RS Kadipolo.

Bangunan RS Kadipolo yang berada di Panularan, Laweyan itu merupakan benda cagar budaya (BCB) yang dilindungi pemerintah.

Dilansir dari Solpos.com, Selasa (8/5/2018), tiga keluarga Soeharto yang dilaporkan yakni anak kedua Soeharto, Sigit Harjojudanto. Dua orang lainnya yakni anak dan cucu Sigit, yakni Haryo Putra Nugroho (cucu Sigit) dan Retnosari Widowati Harjojudanto (anak Sigit).

Sebelumnya mereka sudah digugat perdata di Pengadilan Negeri (PN) Solo  terkait penjualan aset yang sama. Pelaporan tiga keluarga penguasa Orde Baru ini dipastikan Ketua Tim Kuasa Hukum PT Sekar Wijaya, Khairil Poloan.

“PT Sekar Wijaya telah melaporkan Sigit beserta dua orang lainnya ke Polresta Surakarta dalam kasus penipuan dan penggelapan. Saya kurang begitu tahu kapan berkas laporan dikirim ke Polresta Surakarta,” katanya.

Namun ia menyebut jika yang menangani kasus pidana ini di Polresta Surakarta bukan dari tim advokat Khairil Poloan and Partners. Ia tidak menyebutkan tim advokat yang menangani kasus pidana ini. “Saya hanya menangani perkara perdata kasus ini di PN Solo. PT Sekar Wijaya menunjuk tim advokat lain untuk menangani kasus pidananya di Polresta,” kata dia.

Ia menjelaskan. menurut informasi yang dia tahu berkas laporan kasus penipuan jual beli tanah eks RS Kadipolo  sudah sampai ke Satreskrim Polresta. Satreskrim disebutnya juga telah meminta keterangan terhadap ketiga orang yang diduga telah melakukan penipuan terhadap PT Sekar Wijaya.

Setelah itu, polisi juga akan memanggil perwakilan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jateng dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkot Solo.

Sementara itu, Plh Kasatreskrim Polresta Solo, AKP Sutoyo, mengaku belum menerima berkas laporan kasus penipuan dan penggelapan uang pembelian tanah eks RS Kadipolo dari PT Sekar Wijaya.Pihaknya juga belum mengagendakan untuk memanggil keluarga Cendana yang dilaporkan.

“Kami belum ada agenda memanggil terlapor [keluarga Cendana, Sigit, Haryo, dan Retnosari]. Kalau berkas sudah masuk akan diberitahu ke media,” kata dia.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.