Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Terancam Pembangunan PLTU Tanjung Jati B Unit 5 dan 6, Forum Nelayan Ancam Gelar Aksi

MuriaNewsCom, Jepara – Merasa terancam adanya pembangunan PLTU Tanjung Jati B Unit 5 dan 6, sejumlah nelayan yang tergabung dalam Forum Nelayan (Fornel) dari lima kecamatan yaitu Bangsri, Mlonggo, Keling, Kembang dan juga Donorojo mengancam akan melajukan aksi blokade.

Ketua Fornel, Solikul Hadi mengatakan dengan adanya pembangunan proyek tersebut maka area pencarian ikan di laut semakin dibatasi. Padahal kawasan disekitar pembangunan proyek PLTU tersebut merupakan area laut yang banyak ikanya.

Menurutnya, saat ini proses negosiasi terkait persoalan itu masih berjalan. Pihak pelaksana proyek menawarkan 462 paket jaring nelayan. Padahal tuntutan Fornel 1.360 paket jaring. Asumsinya tiap kapal (perahu) dua paket jaring. Sehingga kami lebih mudah menangkap ikan.

“Tapi kami juga menghargai tawaran mereka. Tuntutan awal ibaratnya bukan harga mati. Semisal 544 paket jaring atau 40 persen dari tuntutan mungkin kami bisa menerima,” kata Solikul, di Jepara.

sejumlah nelayan memarkirkan kapalmnya di bibir pantai. (MuriaNewsCom/Novi Andriani)

Dia menambahkan ancaman aksi blokade ini merupakan buntut kekecewaan nelayan terkait pelaksanaan proyek perluasan PLTU unit 5 dan 6. Pemicunya beragam. Mulai dari rusaknya jaring nelayan seiring aktivitas pengerukan (dredging) dan pembuangan material keruk (dumping) untuk kepentingan perluasan unit 5 dan 6 PLTU Tanjung Jati B hingga kurangnya perhatian dari pihak PLTU yang diproyeksikan menambah kehandalan listrik kawasan Jawa – Bali itu untuk pemberdayaan nelayan melalui dana CSR. Padahal aktivitas PLTU berimbas pada kehidupan ribuan nelayan Fornel baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kekecewaan nelayan kian meruncing, karena “janji” pemberdayaan nelayan yang disampaikan pelaksana proyek saat proses penyusunan Amdal unit 5 dan 6, tak jelas kelanjutannya.

“Kami berharap proses negosiasi tidak berlarut-larut. Sehingga akhir pekan ini sudah ada kejelasan terkait tuntutan nelayan. Kalau masih buntu juga jangan salahkan nelayan kalau mengekspresikan kekecewaan dengan aksi blokade. Sasaran aksi kita di laut yang menjadi lokasi dredging dan dumping,” ancam Solikul.

Ancaman aksi blokade yang dilontarkan nelayan dari lima kecamatan kawasan Jepara Utara ternyata “menciutkan” nyali pelaksana proyek perluasan PLTU Tanjung Jati B unit 5 dan 6. Pelaksana proyek strategis nasional yang menjadi bagian dari progam listrik 35 ribu MW itu melunak dan mencari formula terbaik untuk mengakomodir tuntutan Forum Nelayan (Fornel) tersebut.

Seperti diketahui, Fornel beranggotakan sekitar 2000 nelayan dengan 680 kapal (perahu). Mereka tersebar di lima kecamatan mulai dari Donorojo, Keling, Kembang, Bangsri dan Mlonggo.

Sementara itu, CSR Manager Bumi Jati Power (BJP) Ari Wibawa mengatakan pihaknya akan menggelar pertemuan lagi dengan Fornel pada Rabu (9/5/2018) pekan depan. Pihaknya berharap ada titik temu terbaik dan bisa diterima kedua belah pihak terkait persoalan itu.

“Kita duduk bareng lagi, semoga ada win-win solution,” harap Ari.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...