Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Hanya 3 Bulan, Investasi Masuk ke Jateng Tembus Rp 16 Triliun

MuriaNewsCom, Semarang – Nilai investasi yang masuk ke Jawa Tengah tiap tahun terus mengalami peningkatan. Bahkan di triwulan pertama tahun 2018 (Januari-Maret) nilai investasi yang masuk ke provinsi ini sudah menembus angka Rp 16,11 triliun.

Jumlah itu mengalami peningkatan sebesar Rp 4,23 triliun dibanding periode sama tahun 2017 lalu. Besarnya nilai investasi ke Jateng ini diketahui dari hasil rilis resmi pemerintah pusat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng, Prasetyo Aribowo mengatakan, para investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri langsung menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) langsung ke BKPM RI melalui sistem online.

Menurut dia, nilai investasi dalam triwulan pertama didomoninasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang mencapai Rp10.250.325.200.000. Sementara penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 5.859.065.190.000  (437.243,800 dolar AS).

“Dibandingkan target nilai investasi hingga akhir 2018 yang ditetapkan sebesar Rp 47,15 triliun, maka triwulan I ini telah menembus 34,17 persen,” katanya dikutip dari website Resmi Pemprov Jateng, Sabtu (5/5/20180.

Menurutnya, pada triwulan I 2018, proyek yang diinvestasikan di Jawa Tengah sebanyak 560 proyek. Terdiri dari 158 proyek PMA dan 402 proyek PMDN. Jumlah itu jauh melampaui capaian triwulan I 2017 dengan total 392 proyek, terdiri dari 168 proyek PMA dan 224 proyek PMDN.

Banyaknya nilai investasi dalam negeri ini bahkan membuat Jawa Tengah berada pada posisi tertinggi secara nasional.

“Realisasi sektor PMDN Provinsi Jawa Tengah tertinggi nasional. Hal itu, khususnya dipicu dari adanya proyek pembangunan jalan tol, Semarang-Batang. Sedangkan realisasi sektor PMA berada pada peringkat lima nasional,” terang Prasetyo.

Konstruksi menjadi sektor penyumbang nilai investasi tertinggi PMDN. Sektor lain yang juga penyumbang investasi adalah transportasi, gudang dan telekomunikasi, listrik, gas dan air, jasa lainnya, serta perdagangan dan reparasi.

Untuk PMA, penyumbang investasi terbanyak adalah listrik, gas, air, industri tekstil, industri kertas, barang dari kertas dan percetakan, serta industri alat angkutan dan transportasi lainnya.

Ditinjau dari capaian per kabupaten/kota, pada triwulan I 2018, Kabupaten Jepara menempati peringkat pertama realisasi investasi PMA dengan 32 proyek sejumlah 268.476,5 dolar AS. Peringkat selanjutnya Kabupaten Batang (satu proyek senilai 122.346,9 dolar AS), Kabupaten Semarang (10 proyek, 10.045,9 dolar AS), Kabupaten Purbalingga (12 proyek, 8.047,6 dolar AS), dan Kota Semarang (29 proyek, 7.639,7 dolar AS).

Untuk realisasi investasi PMDN, terbanyak pertama diraih Kota Semarang dengan 34 proyek senilai Rp7,219 triliun, disusul Kabupaten Cilacap (10 proyek, Rp558,195 miliar), Kabupaten Pekalongan (10 proyek, Rp518,233 miliar), Kabupaten Sragen (13 proyek, Rp363,002 miliar), dan Kabupaten Demak (26 proyek, Rp 272,321 miliar).

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.