Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dibangunkan untuk Makan, Pemuda Ini Bacok Ibu dan Keponakannya dengan Golok

MuriaNewsCom, Pekalongan – Seorang buruh di Desa Legokkalong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, bernama Romlani (33), secara membabi buta membacok ibu dan keponakannya dengan golok. Yang membuat prihatin ibunya dibacok saat sedang mengerjakan salat.

Ibu pelaku yang menjadi korban adalah Daurip (57) dan keponakannya yang juga dibacok yakni Eko Mugiwiyarso. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (1/5/2018). Saat itu, pelaku yang tengah tidur dibangunkan oleh ibunya untuk makan. Usai membangunkan anaknya, Daurip langsung salat dhuhur.

Sementara pelaku langung menuju ke kamar mandi. Namun tak berapa lama kemudian, pelaku langsung mengambil golok dan menghampiri keponokannya yang tengah bermain HP di ruang tengah. Tanpa penyebab jelas, keponakanya langsung dibacok di bagian kepala sebanyak dua kali.

Tak berhenti sampai di sini, pelaku kemudian menghampiri ibu kandung yang sedang salat dan membacok ibunya dengan golok 2 kali. Beruntung akibat bacokan itu dua korban tak sampai kehilangan nyawa, meski mengalami luka yang cukup parah.

Dua korban pun langsung dilarikan ke RSUD Kajen untuk mendapatkan perawatan intensif. Ibu pelaku yang dibacok mengalami luka di dahi serta kepala, sementara keponkannya menderita luka di bagian kepala dan tangan.

Baca : Seorang Anak di Klaten Tega Gorok Leher Ibunya Hingga Putus

Usai kejadian itu yang membuat warga geger, polisi langsung datang ke lokasi kejadian dan mengamankan pelaku. Kasubag Humas Polres Pekalongan, Iptu Akrom menyatakan, kasus tersebut saat ini tengah dilakukan penyidikan.

“Polsek Karanganyar Polres Pekalongan telah menerima laporan dari warga adanya kekerasan yang mengakibatkan luka yang dilakukan oleh anak terhadap ibu kandung serta keponakannya. Kasus KDRT ini masih dalam penanganan aparat kepolisian, ” katanya dikutip dari Tribrata News Polda Jateng, Kamis (3/5/2018).

Ia menyatakan, dari pemeriksaan sementara pelaku mengalami depresi. Namun untuk memastikanya, pelaku akan menjalani pemeriksaan kejiwaan. ”Tersangka dijerat pasal 44 ayat 2 juncto pasal 5 a UU RI No 23 Th 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga, ancaman hukuman 12 tahun penjara,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...