Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dua Pekan Jelang Ramadan, Harga Sembako di Pati Berangsur Naik

MuriaNewsCom, Pati – Dua pekan menjelang bulan suci Ramadhan, harga sembako di pasar tradisional Pati berangsur naik. Seperti halnya di Pasar Puri, beberapa komoditas sembako sudah mengalami kenaikan. Itu terjadi pada cabai, bawang merah, telur dan gula.

Giyono, salah seorang pedagang di Pasar Puri mengatakan, menjelang ramadhan biasanya harga sembako memang naik. Nanti kalau sudah masuk puasa, harga mulai turun lagi. Dia mengaku, saat ini harga cabai merah mencapai Rp 28 ribu perkilo gram dari sebelumnya yang hanya Rp 20 ribu.

Sementara itu, untuk harga bawang merah mencapai Rp 34 ribu per kilo gram dari sebelumnya yang hanya Rp 26 ribu.  Harga telur juga mengalami keniakan, yakni Rp 23 ribu dari Rp 20 ribu perkilo gramnya.

“Ada jura sembako yang mengalami penurunan, yakni bawang putih yang sebelumnya Rp 50 ribu per kilo gramnya, saat ini turun menjadi Rp 24 ribu,” ungkapnya, Rabu (2/5/2018).

Menurutnya, kenaikan sejumlah komoditas tersebut tidak berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. setiap hari, masih banyak pembeli yang datang ke pasar untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Bahkan, sebagian dari warga juga mulai menyetok gula dan telur untuk kebutuhan di bulan ramadhan.

“Kalau sepi sih tidak. Pembeli tetap ada seperti biasanya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ketika ditanya tentang penyebab kenaikan sejumlah komoditas sembako tersebut, pihaknya tidak mengetahui secara pasti. Hanya, dari pengepul sampai ke penjual, harganya memang sudah naik. Dimungkinkan, kenaikan tersebut lantaran menyambut datangnya bulan ramadhan.

“kenaikan seperti ini sudah biasa pada saat menjelang bulan ramadhan. Nanti kalau sudah masuk puasa, harganya juuga stabil. Naik lagi ketika menjelang lebaran dan turun setelah itu,” tegasnya.

kenaikan tersebut tidak terjadi pada sejumlah sayuran. Bahkan harganya relative stabil. Sebab, stok dari petani masih banyak sehingga kebutuhan tetap terpenuhi.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...