Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ini Ungkapan Hati Siswa SD di Jepara yang Tak Bisa Ikut Ujian karena Keracunan

MuriaNewsCom, Jepara – Sely Nur Andriani (12), salah seorang siswi SD N 06 Mulyoharjo yang menjadi korban keracunan makanan saat acara istigasah hingga kini masih masih terbaring lemas di salah satu bangsal RSUD Kartini Jepara. Ia merasa gundah karena tak bisa mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang digelar mulai Kamis (4/5/2018) hari ini.

Dia tidak menyangka acara yang diadakan dengan tujuan memohon doa agar diberi kelancaran saat mengerjakan ujian tersebut berujung musibah. Dia bersama kakak tercintanya Dewi Fatimah (15) malah tergeletak di rumah sakit.

Rasa sakit yang ia rasakan akibat keracunan makanan yang dibagikan saat acara istigasah Senin (30/4/2018) malam itu membuat Sely lemah tak berdaya.

“Rasanya pusing, mual dan diare sampe lemas. Satu badan rasanya sakit semua,” ungkap Sely dengan wajah melas akibat menahan sakit.

Sely mengaku sedih karena saat ini harusnya dia tengah sibuk belajar untuk mempersiapkan USBN. Rasa sedih takut terlebih lagi dia rasakan saat dia mengingat  tidak bisa mengikuti USBN di hari pertama.

“Kalau kuat saya inginya ikut ujian bersama teman-teman. Tapi kalau masih sakit saya berharap ada temanya untuk ikut ujian susulan,” harap gadis manis itu.

Tak hanya Sely, enam temannya yang kini masih dirawat di RSUD juga merasakan hal yang sama. Mereka merasakan ketakutan jika tidak bisa mengikuti ujian sekolah dan tidak lulus kelak.

Zidnal (12), seorang siswa lainya juga mengungkapkan hal yang sama. Dengan tubuh lemasnya dia masih berharap dapat mengikuti USBN bersama teman-teman lainya.

“Semoga hari ini bisa sehat dan keluar dari rumah sakit agar bisa ikut ujian. Tapi jika tidak kuat, saya berharap ada ujian susulan,” katanya.

Zidnal berharap pihak sekolah memberikan kesempatan untuknya dan beberapa siswa lainya yang masih terbaring di rumah sakit.  “Kata orang tua saya masih banyak teman-teman yang dirawat jadi masih ada temanya untuk ikut ujian susulan,” jelasnya.

Baca : Puluhan Siswa SD dan Orang Tuanya di Jepara Keracunan

Sementara itu, Kepala SDN 6 Mulyoharjo, Bambang mengatakan pihaknya melakukan pengecekan jumlah siswa kelas VI yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Terrcatat ada tujuh siswa yang harus menjalani rawat inap di sejumlah lokasi, baik RSUD Kartini Jepara, Klinik Hanis dan Puskesmas Pakisaji. Selain itu, ada juga 11 siswa kelas VI yang menjalani rawat jalan.

Menurut Bambang, kemungkinan besar para siswa tersebut, terlebih yang menjalani rawat inap tidak bisa mengikuti USBN yang digelar selama tiga hari.

“Menurut informasi korban dengan gejala diduga keracunan makanan perlu istirahat selama beberapa hari agar kondisinya benar-benar fit. Tapi itu juga tergantung kondisi di lapangan nanti seperti apa,” kata Bambang.

Dia menjelaskan, ada tiga mata pelajaran yang diujikan saat USBN. Yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sebanyak 75 % materi USBN dibuat oleh Dinas Pendidikan Provinsi dan 25 % soal dibuat Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Peristiwa keracunan makanan yang berimbas potensi absennya sejumlah siswa kelas VI SDN 6 Mulyoharjo menjadi perhatian jajaran Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara.

Kepala Disdikpora Kabupaten Jepara M Fadkurrozi mengatakan siswa korban keracunan makanan tak perlu khawatir. Sebab mereka masih bisa mengikuti UASBN susulan yang digelar Senin – Rabu (7 – 9/5/2018) pekan depan.

Fadkurrozi berharap siswa yang masih menjalani perawatan memulihkan kondisi kesehatannya terlebih dulu. Sehingga diharapkan hasil USBN yang mereka jalani maksimal. Sebab hasil USBN juga menentukan kelanjutan pendidikan mereka di tingkat SMP/sederajat.

“Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) itu nanti jadi salah satu acuan. Jadi kami mengimbau jangan memaksakan diri ikut USBN pada Kamis – Sabtu kalau kondisinya memang belum sehat,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...