Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jumlah Korban Masuk RSUD Kartini Bertambah, Jadi 27 Orang

MuriaNewsCon, Jepara – Jumlah korban keracunan makanan dari acara Istigasah SDN 6 Mulyoharjo hingga Rabu (2/5) pukul 15.00 tadi terus bertambah. Hingga saat ini korban yang dirawat instensif di RSUD Kartini bertambah menjadi 27 orang. Sebelumnya pada pukul 10.00 pagi tadi baru 10 orang yang dirawat di RSUD Kartini.

Kepala Bagian Umum RSUD Kartini Mujoko mengaku hingga saat ini RSUD telah menerima 27 pasien kejadian luar biasa (KLB). Korban terus bertambah sejak Selasa (1/5) malam. Seperti tercatat dari tadi malam hingga pukul 10.00 pagi tadi sebanyak 10 masuk IGD.

“Untuk saat ini semua pasien KLB kami terima dan kami berikan penanganan secara instensif. Sebagian besar sudah mendapatkan ruangan. Dan beberapa yang baru datang masih di rawat di IGD sambil menunggu dicarikan ruang perawatan,” jelasnya.

Menurutnya, pasien memang terdeteksi dari keracunan makanan. “Dari gejalanya sama, pusing, mual, muntah dan BAB. Yang paling parah sampe lemes dan tidak mau makan. Tapi kami berikan cairan dan obat-obatan agar pasien tidak lemas dan dehidrasi,” katany.

Menurut Mujoko, kemungkinan pasien akan terus bertambah karena masih banyak keluarga yang ikut memakan nasi kotak tersebut namun belum mau dirawat di rumah sakit.

“Namun ini pasien sudah bertambah menjadi 27 orang. Dan kemungkinan akan masih bertambah karena menurut pengakuan pasien, keluarga yang ikut makan yang masih dirumah bertambah parah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Mujoko berharap agar keluarga yang ikut keracunan dan kondisinya makin parah agar segera dibawa ke rumah sakit agar ditangani secara serius. “Saya sudah sampaiakan kepada keluarga untuk membawa keluarganya yang ikut keracunan untuk dibawa ke RSUD sehingga kita bisa memberikan perawatan secara instensif,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menurut Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, di DKK Jepara, dr. Fahrudin mengatakan terdata di Posko Krisis Centre yang didirikan di rumah bidan desa Bidan Tutik Mulyoharjo, sebanyak 76 orang  yang diduga keracunan. Rinciannya masing-masing dirawat inap di RSUD Kartini Jepara sebanyak 10 orang, Rawat inap klinik Hanis dr Iskak Jepara sebanyak 3 orang, Rawat inap di Puskesmas Pakis Aji sebanyak 6 orang. Sedangkan sisanya  menjalani rawat jalan.

Keracunan massal tersebut diduga akibat keracunan makanan dari nasi kotak yang dibagikan pada saat Istigasah di SD N 06 Mulyoharjo pada Senin (30/4) malam. Karena acara hingga tengah malam, maka selesai Istigasah, siswa kelas 6 beserta wali murid membawa pulang makanan tersebut. Sesampainya di rumah dimakan bersama keluarga mereka.

Kepala Sekolah SD N 06 Mulyoharjo mengaku acara istigasah tersebut diadakan untuk menghadapi USBN yang akan di gelar pada Kamis (6/5) besok. “Kami hanya memberikan fasilitas tempat saja, untuk panitia, konsumsi dan seluruh acara, ditangani sendiri oleh wali murid,” jelasnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...