Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Puluhan Siswa SD dan Orang Tuanya di Jepara Keracunan

MuriaNewsCom, Jepara – Diduga mengonsumsi makanan nasi kotak dari kegiatan istigasah, 46 siswa dan  dan 30 wali murid SD N 06 Mulyoharjo, Jepara mengalami keracunan massal. Hingga saat ini korban masih dirawat di sejumlah rumah sakit.

Di antaranya di RSUD Kartini, RSI dan Puskesmas Pakis Aji.

Peristiwa tersebut berawal dari acara istigasah yang digelar oleh  SD N 6 Mulyoharjo pada Senin (30/4/2018) malam. Kegiatan itu untuk menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang akan di adakan mulai Kamis (6/5/2018) mendatang.

Istigasah ini selain dihadiri siswa dan guru juga dihadiri orang tua siswa.

Usai istigasah selesai hingga tengah malam, siswa dan para orang tua pun langsung pulang dengan membawa nasi kotak yang telah dibagikan.

Peristiwa keracunan tersebut baru benar-benar diketahui pada Selasa (1/5/2018) petang.  Saat itu, satu persatu orang yang hadir dalam acara istigasah  terserang rasa pusing, mual dan BAB.

Dari beberapa keterangan, mereka yang akhirnya harus mendapatkan perawatan tersebut, menyatakan mengalami mual usai memakan nasi kotak yang dibagikan pada acara Istigasah.

Kepala SDN 06 Mulyoharjo, Bambang Setyabudi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya istigasah yang digelar SD 6 Mulyoharjo merupakan agenda tahunan yang diadakan  dalam rangka menghadapi Ujian Nasional.

“Acara istigasah itu merupakan agenda tahunan yang diadakan dan dipanitiani oleh wali murid itu sendiri. Pihak sekolah hanya memfasilitasi tempat saja. Jadi untuk catering ataupun acara semua yang mengatur dari wali murid,” jelas Bambang.

Namun, tambah Bambang, pada Selasa (1/5/2018), dimulai dari seseorang bernama  Ani (kakak dari Vivi yang siswa SDN 6 Mulyoharjo) dilaporkan  merasakan mual setelah memakan nasi kotak tersebut. Selanjutnya secara beruntun  sampai Selasa malam banyak korban yang mengeluh sakit diduga keracunan makanan catering tersebut.

“Saat ini pihak medis dari Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara sudah mendirikan posko pengaduan bagi yang memiliki gejala tersebut bisa mendatangi posko dan selanjutnya akan diberikan obat atau dirujuk ke rumah sakit terdekat,” jelasnya.

Menurut Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, di DKK Jepara, dr. Fahrudin mengatakan hingga saat ini sudah terdata di Posko sebanyak 76 orang  yang diduga keracunan. Rinciannya masing-masing dirawat inap di RSUD Kartini Jepara sebanyak 10 orang, rawat inap Klinik Hanis dr Iskak Jepara sebanyak 3 orang, Rawat inap di Puskesmas Pakis Aji sebanyak 6 orang. Sedangkan sisanya  menjalani rawat jalan.

“Di RSUD Kartini Jepara sudah ada 10-an yang dirawat.  Sementara ada 4 pasien lagi masih berada di IGD. Kemungkinan bisa saja bertambah. Kami masih terus melakukan kordinasi,” ujar dr. Fahrudin, Rabu (2/5/2018).

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharto menyatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan mengenai kejadian ini. Menindaklanjuti hal itu, pihaknya juga sudah mulai melakukan penyelidikan.

Sejumlah pihak juga sudah dimintai keterangan terkait kejadian ini. Namun demikian pihaknya menyatakan belum bisa memastikan apakah dalam hal ini ada delik hukum yang dilanggar.

“Kami masih menyelidiki kasus ini. Belum ada perkembangan menyangkut apakah ada tersangka atau tidak dalam  kasus ini. Semua masih diselidiki,” ujar AKP Suharta.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...