Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tari Kolosal `Gempita Pesisir Pesantenan` Gambarkan Kehidupan Masyarakat Pati

MuriaNewsCom, Pati – Perkembangan kesenian tradisional di Kabupaten Pati mulai menggeliat. Misalnya saja `Gempita Pesisir Pesantenan` yang merupakan tarian kolosal khas Pati karya Budiono. Bersama dengan sanggar seni Paringga Jati Laras Pati, Budiono mengambangkan tarian pesantenan tersebut menjadi cerita yang apik.

“Tarian tersebut menceritakan tentang keberagaman dan kearifan budaya lokal di Pati. Bahkan aktivitas masyarakat juga digambarkan dalam tarian pesantenan tersebut,” ungkapnya, Selasa (1/4/2018).

Menurutnya, tari kolosal pesantenan ini merupakan kreasi baru yang menggambarkan aktivitas masyarakat. Tidak hanya kalangan orang dewasa, tetapi kehidupan anak-anak kecil juga digambarkan dalam tari tersebut. Sehingga, muaranya adalah pada kegotongroyongan.

“Karakter masyarakat pedesaan adalah tidak meninggalkan gotong royong. Jadi, baik mulai anak-anak maupun orang desa, berperan aktif dalam tarian tersebut. Kalau karakter anak-anak lebih suka bermain, maka dalam tarian itu juga digambarkan sebagaimana karakternya. Begitu juga dengan nelayan dan petani,” imbuhnya.

Lebih lanjut, khusus bagi petani, dalam tarian pesantenan itu digambarkan menggunakan dunak (bakul) yang dibopong oleh beberapa orang penari. Pada saat menari, dunak itu dibopong menengadah ke langit sebagai wujud rasa syukur manusia kepada Tuhan atas limpahan hasil pertanian yang maksimal.

Bagi anak-anak, pada saat menari mereka menggambarkan permainan ulartangga yang diperankan oleh manusia. Itu adalah mainan zaman dulu yang saat ini sudah mulai punah. Tetapi dalam tari kolosal pesantenan, permainan itu dimunculkan kembali agar masyarakat tidak lupa. Apalagi, permainan anak-anak saat ini sudah modern, sehingga banyak diantara mereka yang tidak mengetahui perminan tersebut.

Selain itu, ada juga tarian yang dikhususkan untuk menunjukan potensi unggulan di Kabupaten Paati. Misalnya, jeruk pamelo, nelayan dengan ikannya, petani kopi dan perkebunan ketela. Semuanya dihadirkan untuk bersama menari tayub yang berasal dari kata di tata ben guyub (ditata biar guyub). Tujuannya tidak lan adalah menuju pada semboyan Pati Bumi Mina Tani.

“Potensi di Pati ini adalah tidak lepas dari semboyannya, yakni Pati sendiri yang merupakan sari dari ketela, Bumi dengan tanahnya yang subur dan makmur, mina adalah lautan dan tani adalah hasil pertanian masyarakat,” tandasnya.

Dia berharap, tarian kolosan Gempita Pesisir Pesantenan ini bisa semakin dikenal oleh masyarakat, sehingga mereka tidak hanya mengenal semboyan Pati, tetapi merealisasikan semboyan tersebut dalam bentuk nyata.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...