Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Berani Libur Tanpa Izin, ASN Pati Terancam Turun Pangkat

MuriaNewsCom, Pati –  Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Pati yang tidak masuk tanpa menggunakan izin lebih dari 21 kali, akan dikenai saksi berupa penurunan pangkat. Itu disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Pati Jumani melalui Kabid Pembinaan dan Kesejahteraan Abdul Kharis saat dikonfirmasi, Selasa (1/4/2018).

Menurutnya, ada tiga tahapan dalam pemberian sanksi kepada ASN yang tidak masuk tanpa izin, yakni saksi ringan berupa teguran lisan, tertulis, dan pernyataan tidak puas dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Untuk teguran secara lisan ketentuannya adalah ASN yang tidak masuk hingga 10 hari. Jika tidak masuk sebanyak 15 kali mendapatkan pernyataan tidak puas secara tertulis. Baru setelah tidak masuk lebih dari 21 kali, akan diturunkan pangkatnya,” ujar Kharis.

Lebih lanjut, sanksi itu sudah sesuai dengan aturan Uundang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin PNS. Dalam peraturan tersebut ASN yang tidak masuk tanpa izin lebih dari 21 kali, maka akan diturunkan pangkatnya.

“Dengan begitu, tidak ada alasan lagi bari ASN untuk tidak masuk tanpa izin. Selain itu, sebagai contoh yang lain, setidaknya apabila tidak masuk, buat izin. Tetapi, jangan sampai berlarut-larut,” imbuhnya.

Menurutnya, apa yang tertera dalam peraturan tersebut sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Terlebih, ASN sudah diberikan hak cuti selama 1 kali dalam satu tahun. Sebisa mungkin hak cuti ini digunakan dengan baik. Jangan sampai ASN terus-menerus mengajukan izin tidak masuk apabila tidak ada kebutuhan yang sangat penting.

“Di Pati sendiri, selama ini kami belum menemukan adanya ASN yang tidak masuk sampai 21 kali,” tandasnya.

Editor : Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.