Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Divonis 8 Tahun, Keluarga Korban Pengeroyokan Lempar Terdakwa dengan Sandal

MuriaNewsCom, GroboganSidang kasus penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang di Pengadilan Negeri (PN) Purwodadi kembali diwarnai suasana tegang, Senin (30/4/2018).

Hal ini terjadi karena keluarga dan kerabat korban yang hadir sempat melontarkan protes, beberapa saat setelah Ketua Majelis Hakim Cyrilla Nur Endah menutup sidang dengan agenda pembacaan vonis.

Dalam sidang tersebut, majelis hakim menjatuhkan vonis hukuman 8 tahun penjara pada ketiga terdakwa. Vonis yang dijatuhkan sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang sebelumnya.

Mendengar vonis tersebut, keluarga korban merasa tidak terima. Tuntutan itu dinilai cukup ringan karena perbuatan para terdakwa terbukti sudah mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Mereka meminta agar para tedakwa dihukum seberat-beratnya.

Selain melontarkan teriakan, salah satu keluarga korban bahkan sempat melempar sandal pada para terdakwa. Melihat situasi ini, puluhan aparat kepolisian langsung mengamankan para terdakwa dan berupaya menenangkan keluarga korban dan meminta mereka meninggalkan ruang sidang.

Keluarga korban pengeroyokan melakukan protes di depan kantor PN Purwodadi karena vonis yang dijatuhkan hakim pada terdakwa dinilai terlalu ringan, Senin (30/4/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

“Ini tidak adil. Suami saya kehilangan nyawa, tetapi pembunuhnya cuma dihukum 8 tahun saja,” cetus Sofigotun Nikmah, istri korban pengeroyokan ketika sudah berada depan pintu masuk kantor PN Purwodadi.

Eko Rusanto selaku kuasa hukum keluarga korban menilai terjadi kesalahan fatal dalam tuntutan karena hanya menggunakan pasal 170 KUHP. Seharusnya, terdakwa bisa dijerat dengan pasal 339 KUHP tentang pembunuhan, seperti yang terungkap dalam fakta persidangan.

“Kami sekuat tenaga akan mendorong secara hukum pada kejaksaan negeri dan pengadilan purwodadi untuk memperbaiki proses tuntutan ini. kalau tidak mau, kami akan mencoba di komisi kejaksaan dan komisi yudisial,” jelasnya.

Perkara yang disidangkan saat itu adalah kasus penganiayaan yang terjadi disekitar jalan MT Haryono, Purwodadi, Minggu (21/1/2018) dinihari lalu. Dalam peristiwa itu ada satu koban jiwa yang diketahui bernama Anang Tri Hidayat (24), warga Desa Menduran, Kecamatan Brati.

Dari hasil pemeriksaan polisi, ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Keempat tersangka ini berasal dari wilayah Kecamatan Toroh. Dari empat tersangka, tiga diantaranya merupakan warga sipil. Masing-masing, berinisial Dwi Yudha (23), warga Desa Tambirejo; Untung Prasetyo (23), warga Desa Tunggak, dan Dwi Ariyanto (25), warga Desa Pilangpayung.

Satu tersangka lagi diketahui merupakan anggota TNI yang berdinas di wilayah Pati, bernama Sumadi (36). Oknum aparat ini tercatat sebagai warga Desa Tambirejo. Satu terdakwa ini akan menjalani sidang tersendiri di pengadilan militer.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...