Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Setahun, 2.119 Pekerja Asing Banjiri Jawa Tengah

MuriaNewsCom, Semarang – Jumlah pekerja asing dari sejumlah negara yang datang dan bekerja di wilayah Jawa Tengah ternyata sangat banyak. Dalam satu tahun saja, terdapat ribuan pekerja asing yang membanjiri provinsi ini.

Catatan di Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jawa Tengah, pada tahun 2017 jumlah pekerja asing yang masuk ke Jateng tercatat sebanyak 2.119 orang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016 yang hanya 1.986 orang.

Kabupaten/kota di Jateng yang paling banyak mempekerjakan warga asing yakni Kota Semarang, Jepara, Kabupaten Semarang, dan Sragen.

”Peningkatan jumlah tenaga kerja asing yang masuk Jateng naik 6 persen dibanding tahun 2016,” kata Kasi Penempatan Kerja Disnakertransduk Jateng, Nur Hidayati kepada wartawan.

Ia merinci, Kota Semarang menerbitkan 179 izin kerja baru, Jepara menerbitkan 57 izin kerja baru, Kabupaten Semarang menerbitkan 63 izin kerja baru dan Sragen menerbitkan 24 izin kerja baru.

Menurutnya jumlah keseluruhan penerbitan kerja baru mencapai 606 kali. Sedangkan izin kerja yang diperpanjang terdapat 683 kali.

Sementara Kepala Disnakertransduk Jateng, Wika Bintang mengakui lonjakan pekerja asing itu akibat banyaknya investasi perusahaan asing masuk ke wilayah Jateng.

Menurut dia, pekerja asing tersebut dimanfaatkan pada sektor tenaga kerja ahli yang dibutuhkan perusahaan. Namun ia mengklaim jumlahnya lebih kecil dari pada tenaga kerja lokal.

“Dominasi pekerjaan di tekstil, garment, kulit, konstruksi dan perdagangan. Sedangkan jabatannya direksi dan manager,” terangnya.

Sedangkan keberadaan pekerja asing di Jepara, lantaran ada investasi perusahaan asing menjadi alasan tambahnya pekerja.

“Jepara tidak ada apa-apa ya. Di sana kan ada perusahaan PLTU praktis ada TKA (tenaga kerja asing) banyak, kemudian masuk perusahaan Korea TKA-nya ada,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...