Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

UNBK Banyak Masalah, Kinerja BP2MK Dipertanyakan

0 515

MuriaNewsCom, Semarang – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) baik di tingkat SMA/SMK dan SMP di Jawa Tengah dipenuhi berbagai masalah. Mulai dari server error hingga berjam-jam serta sebagian soal yang tak muncul, sehingga peserta harus mengulang ujian.

Tak hanya itu, soal yang muncul juga dinilai sangat sulit, karena tak sesuai dengan apa yang diajarkan atau kisi-kisi ujian.

Kondisi ini membuat kalangan Komisi E DPRD Jateng heran. Dengan munculnya berbagai kendala itu, mereka mempertanyakan eksistensi keberadaan Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) terkait masih banyaknya kendala dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang digelar pekan lalu.

“Eksistensi BP2MK ini perlu di tanyakan. Harusnya BP2MK dan dinas terkait bisa belajar dari permasalah-permasalahan sebelumnya untuk di antisipasi ke depanya, ini ada anak-anak mengerjakan soal tidak sesuai dengan yang diajarkan, ada apa ini?,” kata Anggota Komisi E DPRD Jateng Jamaluddin, Sabtu (28/4/2018).

Ia menyebut, ketika Komisi E melakukan kunjungan kerja di BP2MK Wilayah III Jawa Tengah, Surakarta, Selasa (24/4/2018) lalu, diketahui jika masih banyak kendala dan hambatan ditemui dalam pelaksanaan UNBK. Di antaranya hambatan PLN, putus akses, singkronisasi waktu antara pusat dan sekolah tidak sesuai.

“Kemudian juga server overload, akses masih belum lancar dan ada yang susah log in. Selain itu juga soal tidak serentak dan lambat, peserta UNBK ada yang mengerjakan sampai malam hari,”ujarnya.

Hal lain yang ditemui, kata Jamal, ada salah satu kepala sekolah yang menyampaikan masalah, terkait penyusunan soal yang tidak sesuai dengan kisi-kisi. Bahkan ada soal yang tingkat kesulitanya bukan lagi mengajak anak untuk berpikir, tapi memang benar-benar sulit dikerjakan.

“Di Wonogiri beberapa sekolah memiliki komputer yang sudah jadul, untuk akses juga berat dan kurang cepat,”ujar legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Ia menudiang perencanaan BP2MK sangat lemah tidak kuat. Selain itu lembaga ini juga dianggap tidak punya gagasan dalam mengatasi kekurangan UNBK tahun lalu.

“Tugas kami ini hanya mengawasi, menganggarkan, buat anggaran, kalau BP2MK mengajukan anggaran kita beri. Namun ternyata dari aspek perencanaan BP2MK sangat lemah tidak kuat. Juga tidak punya gagasan untuk mengamankan bagaimana UNBK ke depan itu mengurangi persoalnya. Termasuk komputer yang tiap lima tahun rusak itu, kenapa ini tidak disampaikan sehingga kita bisa menggangarkan,”paparnya.

Editor : Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.