Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Peluncuran Buku Puisi, Dunia Sastra Pati Tak Pernah Mati

MuriaNewsCom, Pati – Peluncuran buku kumpulan puisi yang berjudul `Wajah Negeri` karya sastrawan muda asal Pati, Arif Khilwa semakin menegaskan bahwa dunia sastra di Pati tak pernah mati. Acara lounching yang digelar di Aula MA Salafiyah Kajen pada Jumat (27/4/2018) itu, disambut antusias oleh para pegiat sastra.

Arif Khilwa mengatakan, ada 74 judul puisi yang terbagi dalam empat sub tema yakni Wajah Alam, Wajah Korupsi, Wajah Religi dan Ragam Wajah. Keempatnya tersebut merupakan gambaran tentang kegelisahan, bahwa negeri ini semakin tak beraturan.

Banyaknya kasus korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat pemerintahan, kerusakan alam yang dilakukan oleh tangan-tangan tak bertanggungjawab, realitas social yang semakin jauh dari kenyataannya, hingga jalinan hubungan natara manusia dengan sang pencipta.

“Ini merupakan buku antologi puisi tunggal pertama. Kumpulan puisi yang saya susun sejak tahun 2014 hingga 2017 kemarin. Sebagian diantaranya merupakan puisi saya yang pernah termuat di media massa, maupun buku antologi bersama dan puisi-puisi baru,” terang Arif.

Selain itu, dalam puisi tersebut, tulisan-tulisan Arif juga banyak yang memuat tentang kritik social. Dia melihat, ada banyak permasalahan social yang selama ini dikesampingkan. Bahkan tatanan sosial yang dicita-citakan dalam struktur yang baik dan  mapan, pupus ditengah jalan.

“Itu semua lantaran hasil dari pencitraan para pejabat. Mereka hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mempedulikan rakyat. Mereka saling berebut citra, unjuk kebolehan, umbar janji tanpa ada bukti,” tegasnya.

Sementara Agus Bahrul Wafa, ketua Teater Aliyah Salafiyah (TEASA) yang juga panitia acara menyebutkan peluncuran buku puisi Wajah Negeri ini menjadi inspirasi tersendiri. Apalagi penulis buku tersebut merupakan guru di sekolah tersebut sekaligus pelatih Teasa.

“Dalam launching kali ini diwarnai kegiatan bedah buku sekaligus pembacaan puisi bersama dari para penyair dari Kudus, Jepara maupun Pati sendiri,” tutupnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...