Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Teater Tigakoma Gelar Pertunjukan dengan Lakon RSJ

MuriaNewsCom, Kudus – Kelompok kajian Teater Tigakoma FKIP UMK akan mementaskan lakon “RSJ (Rumah Sakit Jiwa)” karya seniman kelompok Teater Koma, Nano Riantiarno. Rencananya, pementasan akan digelar di Auditorium Universitas Muria Kudus, Selasa (24/4/2018) pukul 15.30 WIB, sore nanti.

Pimpinan Produksi, Helmi Aditia mengatakan pementasan kali ini dia memilih lakon RSJ, lantaran dasar rasa penasaran mengenai fenomena penyakit jiwa yang sering dialami setiap orang. Selain itu, adanya tantangan untuk menampilkan sebuah pertunjukan dengan latar dan alur cerita seputar rumah sakit jiwa yang dihadirkan ke atas panggung.

”Meskipun naskah RSJ pertama kali diketik pada tahun 1991 kemudian dipentaskan pertama kali oleh Teater Koma pada 1992, ternyata masih relevan dan mampu mencerminkan potret perkembangan masyarakat pada saat ini,” kata Helmi.

Dijelaskan untuk cerita yang dibangun dalam naskah RSJ ini, mengisahkan tentang seorang dokter baru bernama Rogusta di sebuah RSJ yang telah beroperasi selama kurang lebih 27 tahun dengan menerapkan model-model terapi yang sangat tidak manusiawi.

Dia berusaha mencegah perlakuan yang menimbulkan rasa takut dan justru membikin pasien tidak stabil juga kegilaan menjadi semakin lengkap. Akan tetapi, Profesor Dr. Sidarita, sang Direktur RSJ, curiga dan merasa kekuasaannya sedang terancam oleh kritikan dr. Rogusta.

”Dua asisten senior Sidarita, dr. Murdiwan dan dr. Tunggul, juga merasa disaingi oleh Rogusta, lantas mereka merancang siasat agar Rogusta tersingkir,” lanjut dia.

Dalam lakon ini juga disebutkan cerita tentang kekuasaan dan fenomena sakit jiwa yang dikondisikan. Juga cerita tentang Nyonya Masinah, pemilik yayasan RSJ dan kisah perlawanan Rogusta menghadapi sistem RSJ yang sudah sangat mapan dan tertata.

Ditambahkan, dirinya berharap mampu terus memacu kreativitas dari seluruh anggota Teater Tigakoma yang terlibat. Selain itu, dengan semakin rutin dan baiknya pertunjukan seni di Kudus dapat membentuk masyarakat yang sadar akan apresiasi karya seni.

”Sikap apresiasi masyarakat yang sudah matang, menjadikan Kudus sebagai kota yang berbudaya. Semakin sadar bahwa maraknya pembangunan fisik perlu diimbangi dan ditunjang dengan perkembangan kebudayaan,” pungkas dia.

Sementara itu, pentas produksi ke-13 Teater Tigakoma tahun 2018 ini, rencananya akan dipentaskan pada Selasa-Rabu (24-25 April 2018) di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) dan Jumat (4/5/2018) di Gedung Student Center Universitas Sebelas Maret (UNS) mendatang.

Editor: Supriyadi 

Comments
Loading...