Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Suami Cicit RA Kartini Bunuh Diri karena Masalah Ekonomi, Anies Baswedan Sempat Janjikan Beasiswa

MuriaNewsCom, Semarang – Hingar bingar perayaan Hari Kartini, ternyata tak berimbas apapun terhadap anak cucu RA Kartini. Keturunan pahlawan emansipasi itu hidup dalam kondisi kekurangan, memprihatinkan dan jauh dari kemakmuran leluhur mereka sebagai keluarga bangsawan.

Bupati Jepara Akhmad Marzuqi menyebut, jika kehidupan keturunan RA Kartini sangat sengsara. Cucu mantu dan cicit pahlawan emansipasi itu kini hidup dalam kondisi kekurangan, dan bahkan terpaksa harus menjadi tukang ojek.

Yang lebih menyedihkan lagi, mereka diusir dari rumah yang mereka huni. Rumah tersebut merupakan bantuan pemerintah Indonesia, sebagai penghargaan terhadap perjuangan RA Kartini.

Keturunan Kartini ini tak ada yang tinggal di Jepara. Selama ini semua keturunan tokoh wanita Indonesia itu menempati rumah bantuan pemerintah di Parung, Bogor.

“Ada oknum yang meminta mereka meninggalkan rumah bantuan pemerintah itu. Cucu menantu dan para cicit RA Kartini dianggap tidak berhak menghuni lagi karena cucu RA Kartini sudah meninggal,” katanya.

Ini dikatakan Marzuqi saat  Resepsi Peringatan Hari Kartini ke-39 Tahun di Pendapa Kabupaten Jepara, Sabtu (21/4/2018).

RA Kartini yang menikah dengan Bupati Rembang RM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, pada 12 November 1903. Dari pernikahan tersebut, RA Kartini dikaruniai putra semata wayang RM Soesalit Djojoadhiningrat yang lahir pada 13 September 1904.Kartini meninggal usai melagirkan Soesalit.

Soesalit yang menikah dengan wanita Jawa bernama Siti Loewijah juga hanya dikaruniai seorang putra bernama Boedi Setyo Soesalit.

Cucu tunggal RA Kartini itu kemudikan menikah dengan Sri Bidjatini dan dikaruniai lima anak. Yakni Kartini, Kartono, Rukmini, Samimum, dan Rachmat. Namun sejak Boedi Soesalit meninggal pada usia 57 tahun, kehidupan keluarga lima cicit RA Kartini itu memprihatinkan.

Dari lima cicit RA Kartini, hanya cicit pertama yang kehidupan ekonominya cukup memprihatinkan. Bahkan Kartono dan Samimun juga harus mengojek untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Lilitan ekonomi yang melanda keturunan RA Kartini ini akhirnya berdampak pada kehidupan keluarga Rukmini, salah satu cicit pahwalan dari Jepara itu. Suaminya bunuh diri karena tidak tahan dengan kondisi ekonomi yang semakin susah.

”Rukmini telah ditinggal suaminya yang bunuh diri akibat terlilit ekonomi, dan Racmat yang menderita autis juga sudah meninggal,” beber Marzuqi.

Ia menyebut, Pemkab Jepara tak hanya diam saja mengetahui kondisi keturunan RA Kartini itu hidup sengsara. Ia telah berkali-kali meminta pemerintah pusat untuk membantu mereka.

Baca : Keturunan Kartini Hidup Sengsara, Diusir dari Rumah dan Jadi Tukang Ojek

Marzuqi menuturkan,  Pemkab Jepara sudah beberapa kali menghubungi Kementerian Pendidikan dan PUPR untuk meminta bantuan beasiswa dan rumah bagi keturunan Kartini. Namun hingga kini, pengajuan bantuan tidak ada tanggapan dan realisasi.

Bahkan ketika Anies Baswedan saat masih menjadi Menteri Pendidikan, juga pernah menjanjikan akan memberi bantuan beasiswa.

“Ketika Anies Baswedan dan beberapa menteri berkunjung ke Jepara, juga pernah berjanji akan memberikan beasiswa bagi keturunan RA Kartini. Tetapi sekarang menterinya malah sudah ganti. Kepada Menteri PUPR saya juga pernah menyampaikan permintaan bantuan rumah untuk cucu RA Kartini,” jelasnya.

Kini secercah harapan muncul dari Pemprov Jateng. Plt Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko menjanjikan akan membentuk tim kecil untuk memberi bantuan terhadap keluarga Kartini. Tim itu terdiri dari Asisten Pemerintahan dan Biro Kesra Setda Jateng, SKPD terkait, serta Pemkab Jepara.

Tim itu nantinya bersama-sama memikirkan langkah dan upaya guna membantu keturunan RA Kartini yang sedang dalam kondisi memprihatinkan.

Selain bantuan pendidikan berupa beasiswa dan tempat tinggal, atau bantuan berkelanjutan lainnya, pihaknya juga memikirkan ada bantuan tahunan yang diserahkan setiap peringatan Hari Kartini.

“Jadi ada bantuan tahunan dan ada yang berkelanjutan. Nanti kita rumuskan bersama tim kecil. Apa yang disampaikan bupati harus kita tanggapi dan ditindaklanjuti,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...