Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Korban Gempa Banjarnegara Ikuti UN di Tenda, Rumah Roboh Dibantu Rp 15 Juta

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Sebanyak 60 siswa SMP korban bencana gempa di Banjarnegara terpaksa mengikuti Ujian Nasional (UN) di hari pertama Senin (23/4/2018) di dalam tenda. Ini terjadi lantaran gedung sekolah mereka yakni SMPN 2 Kalibening, roboh.

Ada empat tenda yang disiapkan di halam SMP tersebut. Sebanyak 60 siswa yang tercatat sebagai peserta UN dibagi di dalam tiga tenda.

Kepala SMPN 2 Kalibening, R Kuncoro memastikan, tenda tersebut aman dan ia berharap tetap fokus mengerjakan soal ujian.

“Karena kelasnya rusak, sehingga terpaksa pelaksanaan ujian nasional di tenda. Meski di tenda siswa tetap harus fokus mengerjakan soal tidak perlu khawatir,” katanya.

Sementara itu, Pemprov Jateng juga memastikan korban gempa akan menerima bantuan. Untuk korban yang rumahnya ambruk akan mendapat bantuan sebesar Rp 15 juta, sementara yang rusak berat akan diberi bantuan sebesar Rp 10 juta.

”Itu bantuan dari pemprov, akan kami susulkan untuk rumah roboh Rp15 juta dan rusak berat Rp10 juta,” kata Plt Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko.

Dia mengakui alokasi anggaran yang dimiliki Pemprov Jateng untuk membantu korban gempa tersebut tidak mencukupi kebutuhan. Kendati demikian, dia yakin bantuan untuk korban gempa tersebut dapat dipenuhi dengan cara gotong royong, antara lain dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sebagainya.

“Yang penting nanti mereka bisa bertempat tinggal kembali. Tentu tidak bisa serta merta dalam waktu satu hari, dua hari. Ini kami agendakan pasti,” ujarnya.

Ia mengatakan yang terpenting masa tanggap darurat harus diatasi sembari kompleks permukimannya diberesi agar warga bisa kembali pulang ke rumah masing-masing.

Terkait dengan masa tanggap darurat, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan pihaknya telah menetapkan selama tujuh hari. “Kalau perlu, kami tambah lagi tujuh hari sehingga 14 hari,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...