Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

2.104 Warga Banjarnegara Mengungsi, Gempa Susulan Bikin Pengungsi Berhamburan

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Belum reda ketakutan warga terhadap gempa yang terjadi di Banjarnegara, Rabu (18/4/2018) kemarin, Kamis (19/4/2018) pagi tadi, kembali terjadi gempa susulan. Alhasil gempa ini kembali membuat panik warga, terutama warga yang mengungsi.

Gempa susulan terjadi sekitar pukul 09.45 WIB dengan durasi hanya sekitar 3 detik. Meski hanya sebentar, namun gempa susulan tersebut membuat wrga panik dan berlarian ke luar rumah.

Warga yang mengungsi di sejumlah tempat juga berlarian, dan belum berani masuk ke dalam tempat pengungsian khawtir terjadi gempa lagi. Terlebih dalam gempa yang terjadi Rabu kemarin, ada dua warga yang meninggal karena tertimpa bangunan, dan 21 orang mengalami luka-luka.

Kepanikan ini setidaknya terlihat di tempat pengungsian di Balai Desa Sidakangen dan SDN 2 Sidakangen.

Hingga saat ini tercatat ada 2.104 warga yang mengungsi akibat gempa tersebut. Mereka mengungsi di sejumlah tempat mulai dari balai desa, sekolah dan gedung-gedung lainnya. Mereka mengungsi di Desa Kasinoman, Desa Kertosari, Desa Plorengan dan Desa Sidakangen.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat korban gempa sebanyak 526 KK yang terdiri dari 2.104 yang berasal dari Kecamatan Kalibening, Banjarnegara.

“Jumlah pengungsi yang terdata sementara sebanyak 526 KK atau 2.104 jiwa. Mereka tersebar di beberapa titik pengungsian. Seperti di Desa Kasinoman, Plorengan, Sidakangen, dan Kertosari,” kata Kepala BPBD Banjarnegara, Arief Rahman.

Pengungsi gempa Banjarnegara diangkut menggunakan mobil patroli polisi. (Humas Polda Jateng)

Gempa tersebut merenggut dua korban jiwa. Yakni Asep (13) dan Kasri (80), keduanya warga Desa Kasinoman Kecamatan Kalibening Banjarnegara. Selain korban meninggal dunia, akbat gempa ini menimbulkan 21 orang mengalami luka-luka.

Fasilitas umum berupa 3 masjid,1 musala dan gedung sekolah mengalami kerusakan akibat gempa bumi ini. Lebih dari 300 bangunan rumah milik warga juga tak luput dari kerusakan.

Baca : Bocah SD dan Nenek 80 Tahun Tewas Akibat Gempa Banjarnegara

Tim gabungan TNI-Polri, BPBD  dan unsur lainya segera bertindak cepat dengan mendirikan posko di titik-titik pengungsian yang tersebar di wilayah Kalibening, Banjarnegara. Tim gabungan ini membantu evakuasi ke tempat pengungsian.

”Polri dan semua unsur lainya menerjunkan seluruh kekuatan untuk membantu masyarakat  akibat musibah gempa bumi ini,” kata Kapolres Banjarnegara AKBP Nona Pricillia Ohei.

Tak hanya anggota polres Banjarnegara yang dikerahkan untuk membantu penanganan bencana ini.  Satuan Brimob Kompi 1 Detasemen B Pelopor Pekalongan  juga dikerahkan untuk melaksanakan aksi tanggap darurat.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...