Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Polres Kudus Tetapkan Satu Tersangka Pembuatan Miras di Prambatan Lor

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus akhirnya menetapkan HW (24) sebagai tersangka dalam penggerebekan pabrik miras di Desa Prambatan Lor R T 07 RW 03 Kecamatan Kaliwungu Kudus Senin (16/4/2018) kemarin.

Penggerebekan bermula ketika ada laporan warga,  yang memberikan informasi di daerah Kaliwungu terdapat pabrik miras. Setelah itu, petugas mengecek lokasi yang diduga sebagai pabrik miras tersebut. Alhasil petugas menangkap pelaku yang sedang memproduksi miras dengan jenis arak, Senin (16/4/2018) kemarin.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono yang mengikuti konferensi press mengapresasi kinerja Polres Kudus yang berhasil mengungkap perederan penjualan dan sekilagus pabrik miras yang diketahui sudah beroperasi selama 1, 5 tahun itu.

”Mereka (pembuat miras) ini pindahan dari tuban yang kemudian pindah di Kudus. Sementara baru menetap satu tersangka HW. Peracik masih kita periksa, untuk pekerja lainnya masih dalam pengejeran,” jelasnya kepada awak media Rabu (18/4/2018).

Atas temuan ini, Kapolda pun mengajak anggota kepolisian untuk terus memberantas minuman keras dan penyakit masyarakat lainnya.

“Kita terus berkomitmen memberantas miras dan penyakit masyarakat lainnya. Apalagi mejelang puasa. Kita tingkatkan. Supaya tidak ada korban jiwa gara-gara miras,” papar dia.

Sementara it,  pelaku HW yang ternyata mengaku asli orang Kudus menjelaskan dulunya dia adalah seorang penjual miras yang didapatkan dari wilayah Tuban.

“Saya kenal orang Tuban. Dari perkenalan itu, saya sempat ngambil (beli) barang (miras) dari tuban untuk diedarkan ke Jepara dan Kudus. Namun di Jepara sering operasi, jadi kita alihkan ke Kudus,” terang HW.

Dijelaskan dalam kesehariannya dirinya mampu meraup kentungan jutaan dalam memproduksi barang haram tersebut hingga Rp 8 juta. “Modal dari bosnya. Pembagian keuntungan perminggu Rp 8 juta. Sana 70 persen, sini 30 persen.  Untuk satu botolnya biasanya dijual dengan harga Rp 25 ribu. Kalau ramai omzet satu minggu bisalebih dari Rp 10 juta,” lanjut HW.

Ditambahkan untuk menglabuhi masyarakat sekitar, dirinya mengaku menjual gula merah. “Saya kelabuhi warga sekitar mengaku penjual gula merah. Kalau vulkanisir ban itu, milik saudara saya,” pungkas dia.

Akibat dari perbuatan tersebut tersangka terancam pasal berlapis. Yakni Pasal 204 ayat 1 KUHPidana ancaman hukuman 15 tahun,  UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen ancaman kurungan 5 tahun,  pasal 106 UU No 7 tahun 2014 tentang perdagangan ancaman penjara 4 tahun,  dan dan pasal 142 UU no 18 tahun 2012 tentang pangan ancaman penjara 2 tahun.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...