Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jamin Belor, Pelukis Asal Pati yang Sukses di Bali

 

Pati – Merantau adalah salah satu upaya untuk bisa membuat diri seseorang menjadi sukses. Karenanya banyak yang kemudian memilih merantau supaya bisa mencapai apa yang dicita-citakannya.

Itu juga yang dilakukan Jamin Belor, seorang pelukis asal Telogowungu, Kabupaten Pati, yang memilih pergi dari kampung halamannya, dan menjadikan Bali sebagai tempat perantauan untuk mengembangkan hobinya, melukis.

Jamin yang ditemui dalam pameran lukisan belum lama ini, mengaku meninggalkan desanya, untuk lebih mengembangkan kemampuan melukisnya.

”Saya pilih Bali, karena di sana peluangnya lebih besar untuk saya bisa mengembangkan bakat melukis saya,” jelasnya.

Pria kelahiran Pati, 8 Maret 1982, ini merupakan lulusan ISI Denpasar, Jurusan Seni Murni. Sejak kecil dirinya memang sudah gemar menggambar. Termasuk dari sang guru bernama M Toha.

Bahkan, Jamin kerap menjadi juara saat sekolah, ketika mengikuti berbagai kejuaraan. Misalnya saja, juara III lo,ba gambar anak nasional. Juara I lomba gambar tingkat Kabupaten Pati, dan berbagai kejuaraan lainnya.

”Dari bimbingan itu, semakin terasah bakat menggambar saya. Saya juga kemudian dibimbing oleh Bapak Sandoyo, guru saya asal Nganjuk. Karena sebelum ke Bali, saya di sana dulu waktu SMA,” jelasnya.

Pada tahun 2001, Jamin kemudian merantau ke Bali. Di sinilah bakatnya semakin berkembang. Dia berkesenian pada para seniornya. Caranya juga unik, dengan menumpang langsung kepada mereka. Di antaranya Yatno, S Yadi K, dan Raka Suwasta.

Sampai akhirnya, dia berkesempatan untuk mengikuti berbagai pameran di berbagai kota di Indonesia. Di antaranya Surabanya, Semarang, Jogja, Banyuwangi, dan Jakarta.

”Kesempatan pameran itu saya gunakan sebaik-baiknya untuk memperluas wawasan dan jaringan. Hingga akhirnya saya bisa seperti ini,” jelasnya.

Jamin adalah pelukis dengan aliran realis. Baik menggunakan media pensil saja, ataupun cat dan akrilik. Semuanya ditekuni dengan baik. Tema lukisannya juga tidak jauh-jauh dari budaya dan adat Bali.

”Tapi, saya juga sering melukis berbagai budaya dan adat daerah lain. Tidak hanya terbatas kepada Bali saja. Sesuai dengan mood dan ide saja,” katanya.

Ikut serta dalam sebuah komunitas, juga membuka jalan bagi Jamin. Dia tergabung dalam komunitas Sanggar Kambodja Bali, yang belum lama ini mengadakan Art Exhibition di Balai Budaya Jakarta.

Pameran ini diikuti pelukis lain seperti Huang Fong, Raka Suwasta, Djaja Tjandra Kirana, Linthon Paul, S Yadi K, Haryanto, Sandy Leonardo, Ady Sutarmo, JB Iwan Sulistyo, Robby L, Joko Sun, Nyoman Bratayasa, Wayan Dastra, Ilyasin, dan Jamin Belor sendiri.

Setelah menikah dengan gadis Malang, Jamin Belor tetap memutuskan untuk tinggal di Bali. Meski begitu, dia tidak melupakan kampung halamannya di Pati. Dia tetap pulang kampung, minimal satu tahun sekali.

”Kalau habis pameran di salah satu kota, saya juga sering mampir pulang ke kampung. Keluarga saya masih lengkap di sana. Misalnya saja habis pulang dari pameran di Jakarta, saya mampir di Pati. Sekalian melepas kangen kepada keluarga,” tuturnya.

Jamin menambahkan, masih banyak pelukis-pelukis muda yang sekarang ini sedang berjuang untuk makin memantapkan diri di dunia lukis. Dia meminta supaya mereka tidak menyerah, dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. ”Karena memang jalannya tidak mudah. Namun, seni lukis adalah seni yang unik, sehingga jangan sampai menyerah,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...