Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

DPRD Jepara Kecam Tarian Erotis di Ultah Klub Motor

MuriaNewsCom, Jepara – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara mengecam keras aksi tarian erotis yang disuguhkan di acara kumpul klub motor di Pantai Kartini, Sabtu (14/4/2018). Hal itu karena, pada saat ini bertepatan dengan Isra Mi’raj dan masih dalam suasana HUT Jepara.

“Kami sangat kecewa terhadap adanya itu (tarian erotis) kami merasa malu,” kata Ketua Komisi C DPRD Jepara Sunarto, dihubungi MuriaNewsCom, Sabtu petang.

Secara politis, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban dari kru acara. Hal itu karena, efek itu dapat merusak nama Jepara.

“Memalukan, Jepara itu yang katanya agamis, santri kok begini. Kami pasti akan undang, dan minta pertangungjawaban dari kru. Ini kan masih hari jadi Jepara dan Isra’ Mi’raj,” tegasnya.

Akan tetapi, secara hukum pihaknya akan menyerahkan prosesnya kepada kepolisian.

Di tempat terpisah, belasan panitia acara tersebut telah dimintai keterangan di Mapolres Jepara. Dalam keterangan sementara, panitia tidak mencantumkan adanya rundown DJ dan sexy dance.

“Anggota kami sudah memperingatkan panitia agar tidak mengenakan pakaian seksi. Setelah ada sexy dance hal itu langsung dibubarkan oleh polisi,” kata Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharta.

Di samping itu, pihaknya juga sedang melakukan pencarian terhadap penari erotis. Lantaran saat hendak diamankan mereka sudah tidak ada di tempat.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho. Pelaku dapat dijerat dengan undang-undang pornografi, dengan hukuman minimal 2 tahun penjara dan maksimal 15 tahun.

Diberitakan sebelumnya, acara kumpul klub motor NMAX di Pantai Kartini heboh karena menghadirkan tarian erotis. Dalam video yang beredar, ada tiga perempuan mengenakan pakaian yang sangat minim karena hanya bercawat dan mengenakan penutup dada.

Di video terlihat, anggota klub motor tersebut nampak larut, dan berinteraksi dengan penari.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...