Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pernikahan Dini di Jepara Dipicu Hamil Duluan

MuriaNewsCom, Jepara – Banyak remaja putra-putri di Kabupaten Jepara mengajukan izin nikah dini. Hamil duluan, menjadi penyebab mengapa ratusan pemuda-pemudi usia belasan tahun mengajukan dispensasi pernikahan ke Pengadilan Agama.

Data Pengadilan Agama Jepara, dari tahun 2016 pengajuan dispensasi nikah mencapai lebih dari angka 100. Tahun 2016 ada 125 pengajuan izin dispensasi menikah, tahun 2017 ada 114 pengajuan dispensasi dan hingga bulan ketiga 2018 sudah ada 32 dispensasi menikah.

Hal itu diungkapkan oleh Rosidi Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Jepara. Ia menyebut, dispensasi menikah diajukan oleh remaja putri usia 14-15 tahun. Sementara remaja putra umur 16-18 tahun.

“Alasan yang dikemukakan adalah sudah pacaran terlalu lama, menginap atau kurangnya pengawasan dari orang tua. Kebanyakan sudah hamil duluan,” tuturnya.

Ia menambahkan, menikah di usia muda karena hamil duluan ditujukan agar keturunannya mendapatkan akta atas nama ayah. Namun bila tak mengajukan dispensasi nikah, akta lahir yang dihasilkan hanya atas nama ibu.

Selain pernikahan dini, Rosidi mengungkap banyak istri di Jepara menggugat cerai suami, dengan alasan ekonomi. Dari catatannya di tahun 2016 ada 1.380 cerai gugat, 2017 ada 1.585 dan 2018 hingga Maret sudah ada 454 istri yang mengajukan cerai.

Hal itu berbanding terbalik dari cerai talak, atau gugatan perceraian yang diajukan pihak laki-laki. Tahun 2016 ada 489 kasus, 2017 ada 500 dan 2018 ada 152 kasus.

“Cerai gugat alasannya lebih banyak dikarenakan oleh masalah ekonomi. Contohnya si laki-laki tak kerja karena kena PHK, suami sakit karena kecelakaan ataupun tak dinafkahi (fisik dan non fisik). Yang terakhir baru karena perselingkuhan atau orang ketiga,” paparnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...