Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ternyata Ini yang Dilakukan Suparlan, Penjual Es Tebu Beromzet Rp 1 juta Per Hari

MuriaNewsCom, Kudus – Suparlan (49) penjual es Tebu yang mempunyai omzet Rp 1 juta per hari, ternyata mempunyai teknik khusus dalam menyajikan dagangannya itu. Bahkan tehnik ini tidak dimiliki oleh penjual es tebu lainnya di kabupaten Kudus.

Dimulai dari pemilihan kualitas tebu, dia tidak mau ambil resiko, sehingga tebu yang dia pilih benar-bebar kualitas nomor wahid. Sebab, itu akan berpengaruh pada rasa dan bisa menarik pelanggan. Apabila tebu yang disajikan ternyata rasanya hambir, asin atau asam, tentu perlahan pelanggan akan kabur.

“Kualitas tebu memang saya jaga betul. Banyak tebu dengan harga murah, tapi rasanya tidak enak. Lebih baik, beli dengan harga mahal tetapi pelanggan suka dan memberikan kabar kepada orang lain. Itu akan lebih menguntungkan,” ungkapnya, Jumat (13/4/2018).

Selain itu, pada saat penyajian es tebu, dia memilih menggunakan dua gelas, yakni satu untuk pecahan ea batu dan satu lagi khusus air tebu. Asumsinya, apabila penyajian hanya satu gelas, antara es dan air tebunya di campur, tentu orang akan mengatakan bahwa air tebunya sedikit. Akan tetapi, kalau disajikan dua gelas, pembeli akan lebih suka karena takarannya satu gelas penuh.

“Ketika di bungkus misalnya, kita masukkan dulu es batu ke dalam plastik, laltu tuangkan air tebu ke dlam gelas. Apabila takarannya sudah pas, masukkan air itu ke dalam plastik. Dengan cara seperti itu, membeli di gelas maupun di bungkus, takarannya tetap sama,” imbuh Suparlan.

Selanjutnya, jaga lokasi jualan agar tetap steril, minimal air tebu jangan sampai dikerubungi lalat. Sebab, lalat paling suka dengan air tebu yang mengandung gula itu. Caranya, tutup tempat perebusan tebu menggunakan penyaring, sehingga lalat tidak bis masuk.

“Yang paling penting, usahakan ketika menggiling tebu, jangan sampai diulangi hingga dua kali. Sebab, pada penggilingan yang kedua, tentu tebu sudah terkontaminasi dengan kotoran yang ada di tangan. Usahakan satu penggilingan saja,” tegasnya.

Terakhir, kepada pelanggan jangan sampai marah-marah, muka kecut ataupun tidak sopan. Ingat, pembeli adalah raja, jangan sampai membuatnya menyesal. Bersikap ramah kepada pembeli, itu akan menjadi nilai tambah tersendiri

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...