Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Berbekal Surat Laporan Palsu, Perempuan Asal Tegal Ini Peras Warga Kudus Hingga Puluhan Juta

0 921

MuriaNewsCom, Kudus – Ully Rachma, warga Desa Dawuan RT 13 RW 4, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal terpaksa berurusan dengan polisi. Perempuan berusia 24 tahun itu terjerat kasus penipuan dan pemerasan dengan modus surat laporan polisi palsu akan kasus pelecehan seksual.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, kasus ini terbilang baru di Kudus. Pelaku memeras korban dengan memalsukan Surat Tanda Terima Lapor (STTL).  Isinya, para korbannya telah dilaporkan dengan kasus pornografi dan pelecehan seksual yang dilakukan kepada mantan pacarnya.

”Pelaku ini memalsukan STTL. Surat itu digunakan untuk meminta sejumlah uang kepada korban,” jelas AKBP Agusman Gurning Rabu (11/4/2017).

Adapun dua orang yang menjadi korban adalah MA (29) warga Kecamatan Mejobo dan AS (24) warga Kecamatan Dawe, Kudus.

Kapolres Kudus menjelaskan, terbongkarnya kasus ini berawal saat pelaku mengajak korbannya ketemu di salah satu Indomaret. Di sana, korban diberitahu kalau mereka dilaporkan ke polisi karena tuduhan pelecehan seksual terhadap para mantannya.

Baca Juga: Kebelet Mutasi, PNS di Pati Kena Tipu Pensiunan

Karena terlihat cemas dan khawatir, pelaku pun langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk mencabut laporan dengan sejumlah syarat. Salah satunya dengan memberikan uang. Korban pun menyepakatinya dengan memberikan uang total mencapai Rp 80 juta.

”Uang itu diberikan dua kali. Pertama Rp 50 juta dan terakhir 30 juta,” tegas Kapolres.

Meski begitu, lanjutnya, pelaku tak cepat puas. Ia pun beberapa kali meminta uang kembali supaya kasus tersebut aman. Karena merasa jadi mesin ATM, korbanpun memberanikan diri mendatangi Polres Kudus.

”Mereka datang ke Polres tangga; 27 maret 2018 pukul 21.00 WIB. Korban datang untuk konsultasi terkait pelaporan dan pencabutan perkara di Polres terkait surat tersebut. Setelah dicek petugas ternyata surat tersebut palsu dan akhirnya dilakukan penangkapan,” ungkapnya.

Kapolres menambahkan, kepada petugas, pelaku mengakui STTL palsu yang digunakan didapat dari internet dan diedit pelaku. Sepintas, surat tersebut terlihat asli karena memiliki logo, tanda tangan dan stampel mirip kepolisian.

”Tapi setelah dicermati, formatnya palsu. Jabatan yang ditulis juga salah. Ini bertulis IPDA, padahal sekarang IPTU. Karena itu bagi masyarakat yang mendapat kasus serupa jangan mudah percaya. Silahkan datang ke Polres untuk meminta informasi kebenarannya,” sambung dia.

Sementara itu, pelaku Ully Rachma mengaku melakukan penipuan tersebut, lantaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. ”Yang saya tipu temen-temen sebaya, saya bilang ada laporan ke kantor polisi kasusnya pelecehan seksual,” jelas pelaku.

Kini pelaku harus mendekap di Mapolres Kudus untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Pelaku diancam pasal 378 KUHP dengan ancaman kurungan 4 tahun penjara.

Editor: Supriyadi

Ucapan Idul Fitri 1441 H Banner Bawah PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.