Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dihadirkan dalam Sidang, Oknum TNI yang Terlibat Pengeroyokan Mengaku Bersalah

MuriaNewsCom, GroboganSidang kasus penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Purwodadi, Selasa (10/4/2018). Agenda sidang masih seperti pekan lalu, yakni pemeriksaan para saksi.

Untuk sidang kali ini, majelis hakim yang diketahui Cyrilla Nur Endah mendengarkan kesaksian dari oknum TNI bernama Sumadi (36), warga Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh yang statusnya juga sebagai terdakwa. Hanya saja, karena profesinya adalah TNI, terdakwa ini menjalani sidang terpisah, yakni di Pengadilan Militer Semarang.

Dalam memberikan kesaksiannya, Sumadi sempat menyatakan rasa bersalahnya. Ia juga menyatakan tidak terlibat penuh dalam kasus pengeroyokan yang mengakibatkan kematian seseorang itu.

”Saya memang terlibat dalam perkara ini. Saya mengaku salah,” kata Sumadi dalam sidang tersebut.

Dalam kasus itu, Sumadi mengaku hanya terlibat sekitar lima menit pada awal kejadian. Setelahnya, pengeroyokan dilakukan ketiga rekannya. Yakni, Dwi Yudha (23), warga Desa Tambirejo; Untung Prasetyo (23), warga Desa Tunggak, dan Dwi Ariyanto (25), warga Desa Pilangpayung.

Akibat pengeroyokan itu, korban bernama Anang Tri Hidayat (24), warga Desa Menduran, Kecamatan Brati akhirnya meninggal dunia. Kasus penganiayaan itu terjadi disekitar jalan MT Haryono, Purwodadi, Minggu (21/1/2018) dinihari lalu.

Keterangan yang disampaikan Sumadi tersebut bertolak belakang dengan kesaksian dari Hervi Ari (22), rekan korban yang berhasil lolos saat pengeroyokan terjadi. Menurut Hervi dalam sidang pekan lalu, Sumadi disebutkan ikut terlibat aktif dalam kejadian pengeroyokan yang terjadi sekitar 30 menit tersebut.

”Meski ada perbedaan keterangan antara saksi Herfi dan Sumadi namun Majelis Hakim tetap mempertahankan keterangan masing-masing. Perbedaan itu nanti akan ditindaklanjuti penyidik dan penuntut umum. Nanti akan ada konsekuensi hukum bila salah satunya berbohong saat fakta terungkap,” jelas Hakim Anggota Harry Ginanjar pada wartawan usai sidang.

Jalannya sidang yang dihadiri keluarga korban maupun terdakwa berlangsung aman dan lancar. Puluhan aparat keamanan tampak melakukan pengamanan selama sidang berlangsung. Sidang lanjutan rencananya digelar lagi pekan depan.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...