Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemutakhiran Data IMD Kudus Dipercepat

Pemutakhiran Data IMD Kudus DipercepatMuriaNewsCom, Kudus – Pemutakhiran data Indeks Membangun Desa (IMD) di Kabupaten Kudus mulai di percepat. Itu untuk memetakan masing-masing desa, sehingga proses pengelompokan desa bisa lebih mudah diketahui.

Program tersebut sesuai dengan Peraturan Kementerian Desa, Pembangunan desa Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa) Nomor 30 Tahun 2016. Hanya, data yang akan dimutakhirkan ini adalah IMD tahun 2017.

TA Pelayanan Sosial Dasar (PSD) P3M Kudus, Khomsin mengatakan, ada lima kategori dalam pemutakhuran data IMD ini. Yakni  kategori desa mandiri, desa maju, berkembang, rertinggal dan sangat tertinggal.

“Untuk di Kudus sendiri, tahun 2016 lalu kita sudah mendapatkan hasil pemetaan masing-masing desa. Sampai saat ini, tentunya ada peningkatan maupun penurunan, sehingga setiap tahun pemutakhuran IMD terus kami lakukan,” ujarnya usai memberikan sosialisasi IMD di gedung pertemuan P2AT, Selasa (10/4/2018).

Berdasarkan data yang dipaparkan, untuk kategori desa mandiri di Kabupaten Kudus ada dua desa, maju ada 28 desa, berkembang sebanyak 70 desa dan tertinggal sebanyak 23 desa.

“Untuk kategori sangat tertinggal, di Kudus tidak ada sama sekali. Tetapi untuk tahun ini, kami belum bisa mengetahui, sebab petugas masih melakukan pendataan di tingkat desa,” imbuhnya.

Selain itu, dalam proses pemetaannya, ada tiga indikator yang harus dipenuhi oleh desa, yakni Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL), Indeks Ketahanan Sosial (IKS), dan Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE).

“Kalau kita lihat dari dada 2016 lalu, rata-rata desa di kudus adalah kategori desa berkembang. Penghitungan itu juga sudah menggunakan IKL, IKS, dan IKE,” terangnya.

Lebih lanjut, IMD ini dikembangkan untuk memperkuat upaya pencapaian sasaran pembangunan desa dan kawasan perdesaan. Itu sebagaiman tertuang dalam buku Rencana Pembangunan Jabgka Menengah Nasional.

“Intinya untuk mengurangi jumlah desa tertinggal di masing-masing daerah. Di Kudus yang sangat tertinggal sudah tidak ada. Semoga hasil pemutakhiran ini, yang termasuk desa mandiri semakin bertambah,” pungkasnya

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...