Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kades Karangbener Imbau Warganya Pakai Pupuk Organik

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Desa (Kades) Karangbener, Kecamatan Bae, Sandung Hidayat menghimbau kepada warganya, terutama para petani untuk beralih menggunakan pupuk kandang atau pupuk organik. Ini mengingat, ketersediaan pupuk bersubsidi selama ini dirasa sangat minim. Bahkan, untuk mendapatkannya juga harus mempunyai kartu tani.

“Di desa kami ini 75 persen adalah lahan pertanian. Sebagian besar warga juga berprofesi sebagai petani. Otomatis, kebutuhan pupuk sangat banyak sekali. Memang benar ada pupuk bersubsidi, tetapi itu dibatasi hanya satu hektare lahan saja. Lebih dari itu harus beli pupuk nonsubsidi,” terangnya, Selasa (10/4/2018)

Padahal, lahan pertanian  warga di desa rersebut tidak hanya satu hektare saja. Bahkan rata-rata memiliki lebih dari satu hektare lahan pertanian. Kalau mereka membeli pupuk nonsubsidi, tentu uang yang harus dikeluarkan akan semakin banyak.

“Karena itulah, kami bersama warga mulai menggunakan pupuk organik. Selain harganya yang murah, ketersediaannya juga melimpah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kades yang memiliki lahan seluas 23 hektar tersebut bereksperimen untuk memupuk tanamannya dengan pupuk organik. Hasilnya ternyata tidak jauh berbeda dengan pupuk subsidi. Setelah itu, dia memikirkan agar warga yang bergantung pada pupuk bersubsidi, bisa beralih ke pupuk organik.

“Sampai saat ini sudah banyak warga yang menggunakan pupuk organik, seperti kotoran ayam, kotoran sapi dan kerbau. Tetapi, terkadang mereka juga masih menggunakan pupuk subsidi,” lugasnya.

Selain itu, kondisi tanah yabg dipupuk menggunakan kimia dan pupuk organik, ketahanannya lebih bagus pupuk organik. Bahkan kondisi tanah cenderung lebih subur.

“Perbandingannya jauh, pupuk organik harga per sak hanga Rp 5 ribu. Kalau pupuk subsidi sampai Rp 90 ribu. Tapi warga sudah mulai cerdas dalam memanfaatkan pupuk ini. Kadang keduanya dicampur,” lugasnya.

Dia berharap agar warga tidak melulu bergantung pada pupuk bersubsidi. Petani harus bisa mandiri dan memanfaatkan pupuk kandang sebagai suplemen utama pertumbuhan tanaman

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...