Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bupati Jepara: Kami Tak Ingin Tutup Rezeki Seniman Dangdut, Tapi…

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara mengapresiasi putusan Polres Jepara untuk mengetatkan izin pertunjukan orkes dangdut. Hal itu diungkapkan oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Senin (9/4/2018).

Dirinya menyebut, langkah tersebut untuk mengurangi anarkisme yang mungkin timbul, saat penyelenggaraan orkes.

“Kami hargai kebijakan Kapolres, karena ketika ada pentas dangdut minimal ada pertengkaran. Yang kemarin (Kamis, 5/4/2018) bahkan menimbulkan korban jiwa,” tuturnya disela-sela acara Kirab Keprajuritan HUT Kabupaten Jepara ke 469.

Menurut dia, konflik yang muncul di tengah pertunjukan orkes dangdut dipicu oleh minuman keras. Oleh karenanya Pemkab Jepara membuat peraturan daerah (Perda) no 2/2013 tentang pelarangan minuman keras. Menurut peraturan itu, di Jepara menerapkan toleransi nol persen.

“Tapi apa mau dikata, namanya orang semakin dilarang semakin semangat (melanggar). Mereka biasanya sebelum menonton orkes minum ditempat lain,” imbuhnya.

Baca Juga:

Namun dirinya menyebut, perlu ada solusi agar geliat perekonomian dari sektor musik dangdut tetap bergeliat. Satu diantaranya mengadakan acara didalam gedung pertunjukan.

“Kita tidak ingin menutup rezeki dari pedangdut, kru sound system maupun pedagang kecil. Namun saya kira ini mendekati pemilihan gubernur kita tidak ingin kondisi semakin rawan. Maka kami minta jangan memancing keributan. Kita galakan seni yang menimbulkan kesejukan, seperti musik Hadroh ataupun Kla Project seperti kemarin, atau bahkan wayang kulit,” paparnya.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menegaskan tidak ada pelarangan, akan tetapi ia melakukan pengetatatn penerbitan izin orkes dangdut. Menurutnya, pada peristiwa tewasnya seorang penonton orkes minggu lalu ada pelonggaran dari sisi keamanan.

“Kita selektif bukan larang, karena pada terakhir dari rekan polsek terlalu longgarkan, segi keamanan tak terlalu dipertimbangkan, tuan rumah juga mengabaikan. Jadi ada kejadian terakhir pengamanan kurang sehingga terjadi penusukan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Jepara melalui Wakapolres Kompol Aan Hardiansyah mengatakan tidak boleh lagi ada izin dangdut. Hal itu berlaku mulai Jumat (6/4/2018), karena adanya warga yang tewas usai menonton orkes di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan pada Kamis (5/4/2018).

Adapun korban bernama Sugeng Heri Prasetyo (22) warga Desa Pulodarat, Kecamatan Pecangaan. Ia tewas karena mendapatkan luka tusuk dibagian perut sebelah kanan dan punggung sebelah kiri.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...