Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Peserta Pilkades di Grobogan Dibatasi Maksimal 5 Orang. Ini Penjelasannya

MuriaNewsCom, Grobogan – Kandidat yang boleh maju dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) di Grobogan dibatasi jumlahnya. Maksimal hanya ada lima orang bisa yang ditetapkan jadi calon peserta Pilkades.

Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti menjelaskan, aturan itu sesuai dengan Perda yang mengatur tentang Kepala Desa. Dalam perda tersebut sudah ditentukan minimal calon ada dua orang dan maksimalnya lima orang.

“Jadi, dalam Pilkades nanti tidak ada calon tunggal atau musuh kotak kosong. Sedangkan, paling banyak calonnya ada lima orang,” jelas Daru pada wartawan, Senin (9/4/2018).

Menurut Daru, sesuai aturan terbaru, calon kades bisa dimungkinkan dari luar desa setempat. Kondisi ini memungkinkan banyaknya calon yang mendaftar jadi peserta Pilkades.

Jika calon yang mendaftar lebih dari lima orang maka Pemkab akan melakukan tahapan seleksi tertulis terlebih dahulu. Seleksi ini dilakukan untuk menentukan lima kandidat yang berhak ditetapkan jadi calon Pilkades. Untuk pelaksanaan seleksi tertulis itu, pihaknya akan menggandeng perguruan tinggi.

“Saat ini sedang kita siapkan rencana untuk mengantisipasi kalau ada desa yang calon peserta Pilkadesnya jumlahnya melebihi lima orang. Kalau pendaftarnya banyak maka kita seleksi dulu supaya jadi lima orang berdasarkan hasil penilaian terbaik,” sambungnya.

Menurutnya, pelaksanaan Pilkades direncanakan dilangsungkan dalam dua gelombang. Pilkades gelombang pertama dijadwalkan pada akhir tahun 2018. Jumlahnya ada 222 desa yang masa jabatan kadesnya berakhir pada bulan Oktober 2018 sampai Maret 2019.

“Jadi, dalam gelombang pertama ada beberapa kades yang masa jabatan baru berakhir Maret 2019. Tetapi pelaksanaan Pilkadesnya kita majukan pada akhir 2018. Namun, pelantikan 222 kades nanti akan dilakukan serempak bulan Maret 2019,” jelas mantan Kabag Tata Pemerintahan itu.

Kemudian Pilkades gelombang kedua diperuntukkan bagi 51 desa yang masa jabatan kadesnya berakhir setelah bulan Maret 2019.  Pelaksanaannya direncanakan akhir tahun 2019.

Ia menambahkan, untuk pelaksanaan Pilkades, Pemkab Grobogan sudah mengalokasikan anggaran melalui APBD senilai Rp 4 miliar. Dana tersebut nantinya diperuntukkan untuk membiayai keperluan Pilkades. Seperti pembuatan bilik suara, surat suara, dan honor panitia.

“Besar kecilnya dana yang diterima tiap desa beda-beda. Soalnya, jumlah pemilihnya juga tidak sama antara desa satu dengan lainnya,” katanya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...