Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Taklukkan Kesombongan, Kunci Titis Chusnil Mahrom Juarai Kejuaraan Silat se-Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Bagi Titis Chusnil Marom (13), menjadi juara Pencak Silat tingakat Kabupaten merupakan suatu hal yang luar biasa. Apalagi, dia di pilih sekolahnya, yakni SMP 1 Mejobo untuk mewakili kejuaraan Pencak silat se-Kabupaten Kudus belum lama ini.

Alhasil, dia mampu memboyong juara pertama dalam ajang bergengsi tersebut. Meski begitu, dia tetap bertekad untuk mengikuti ajang kejuaraan pencak silat yang lebih tinggi.

Dia bercerita, untuk menyabet juara pertama dalam kejuaraan Pencak silat itu, dia mengaku harus memutar otak lebih keras. Pasalnya, Pencak silat tidak hanya butuh tenaga, tetapi butuh strategi untuk menaklukkan lawan.

“Untuk mewujudkan itu, setiap hari saya latihan hingga larut malam. Kadang sampai di marai orang tua. Tapi saya nekad dan tetap berusaha untuk menjadi juara,” ungkapnya, Sabtu (7/4/2018).

Di usianya yang masih duduk di bangku sekolah, tentu Titis harus mampu menyeimbangkan antara kebutuhan belajar dan latihan. Dia mengaku, meskipun menjadi juara, tetapi dia tidak ingin nilai pelajarannya jeblok lantaran fokus pada latihan Pencak Silat.

“Kuncinya harus bisa membagi waktu. Setiap malam saya latihan, mulai setelah maghrib hingga pukul 22.00 malam. Setelah latihan, saya langsung tidur dan bangun pada saat subuh. Pada saat itulah saya pergunakan untuk belajar,” terangnya.

Untuk menjadi jura, dia juga tidak lupa memanjatkan doa kepada Tuhan, agar segala usaha yang sudah di lakukan, mendapatkan hasil terbaik. Selain itu, meminta restu kepada orang tua juga sangat penting.

“Saya banyak baca buku tentang kisah-kisah orang sukses. Rata-rata, mereka tidak pernah lupa meminta restu orang tua. Katanya, restu orang tua itu sangat menentukan keberhasilan. Karena itulah saya mencoba menerapkan dalam diri saya sendiri,” tegas pria asli Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo ini.

Sampai saat ini, dia terus mengasah kemampuannya di Perhuruan Bangau Ruyung. Dia berharap agar tidak sombong atas prestasi yang telah di raihnya. Apalagi, kesombongan adalah awal dari keruntuhan.

“Saya sudah berjanji dengan diri saya sendiri untuk terus berlatih dan menjaga diri agar tidak sombong. Saya juga ingin menjadi atlet kebanggan dan mampu menjadi juara tingkat nasional,” tandasnya

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...