Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

9 KTHR Di Grobogan Dapat Pinjaman Tunda Tebang Senilai Rp 4,5 Miliar

MuriaNewsCom, Grobogan – Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (BLU P2H) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyalurkan pinjaman tunda tebang bagi Kelompok Tani Hutan Rakyat (KTHR) yang ada di Grobogan, Kamis (5/4/2018). Penerima pinjaman sebanyak sembilan KTHR dengan jumlah anggota sebanyak 145 petani.

Acara penyaluran pinjaman tunda tebang dihadiri Kepala Sub Bidang Hukum dan Perikatan BLUP2H Panahatan Sihombing. Hadir pula, Kepala BPH wilayah I Jawa Tengah Hadi Iriatno serta Pimpinan Cabang BRI Purwodadi Agung Nugraha.

“Total pinjaman tunda tebang yang disalurkan sebanyak Rp 4,5 miliar lebih. Penerima pinjaman ini adalah KTHR di Kecamatan Pulokulon dan Brati,” kata Kepala BPH wilayah I Blora dan Grobogan Hadi Iriatno.

Dijelaskan, pinjaman atau kredit tunda tebang merupakan program Kementerian LHK yang difokuskan pada petani yang memiliki tanaman keras non palawija dan tanaman yang masa panennya berjangka panjang hingga puluhan tahun. Salah satunya adalah tanaman jati yang tertanam di lahan milik pribadi atau hutan rakyat.

Tujuan dari pemberian pinjaman tersebut adalah untuk mendukung upaya menunda penebangan pohon agar dicapai umur masak tebang. Sehingga diperoleh nilai ekonomi pohon yang optimal. Selama ini, petani hutan rakyat sering menjual pohon jati yang ditanamnya dalam usia muda karena terbentur kebutuhan ekonomi yang mendesak.

Akibatnya, harga jual kayu jati itupun relatif murah karena memang belum masuk kategori cukup umur tebang.

“Dengan mendapatkan pinjaman dari kredit tunda tebang maka petani hutan rakyat bisa memenuhi kebutuhan medesaknya. Termasuk untuk kebutuhan sehari-hari atau usaha produktif yang dilakukan petani tersebut,” sambung Analis RHL BPH wilayah I Blora dan Grobogan CP Hery Purnama.

Menurut Hery, pinjaman tunda tebang bunganya cukup ringan dengan jangka waktu pengembalian maksimal sampai 8 tahun. Untuk pembayaran pertama baru dilakukan pada tahun ketiga setelah pinjaman diterima.

Ia menyatakan, dengan adanya pinjaman tunda tebang maka petani baru bisa menebang pohon ketika cukup umur. Jangka waktu pinjaman adalah sampai dengan tanaman usia 8 tahun. Dalam masa pinjaman, petani harus menjaga dan memelihara tanaman yang ditunda tebang. Dana pinjaman tersebut harus dikembalikan sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Penerima pinjaman harus menggunakan dana yang diterimanya sesuai dengan ketentuan.

“Adanya pinjaman tunda tebang di sisi lain juga akan berdampak pada lingkungan. Soalnya, keberadaan pohon itu akan bisa meminimalkan terjadinya kerusakan lingkungan atau bencana,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...