Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jual Pupuk ke Luar Daerah, Dua Warga Dicokok Polres Jepara

0 384

MuriaNewsCom, Jepara – Tri Purwanto dan Khamdan diamankan Satreskrim Polres Jepara karena selewengkan jatah pupuk bersubsidi Kabupaten Jepara ke Kabupaten Demak. Keduanya memperjual belikan sedikitnya 90 karung pupuk.

Tri Purwanto diketahui adalah penjual pupuk asal Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji. Sementara Khamdan mengaku sebagai penjual beras asal Desa Telogoboyo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak.

Menurut Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharto, penangkapan keduanya dimulai saat melakukan rapat dengan instansi Dinas Pertanian. Disitu diketahui terjadi kelangkaan pupuk di sejumlah wilayah di Bumi Kartini.

Mengetahui hal tersebut, pihaknya langsung mengembangkan penyelidikan. Ternyata benar, ada aktifitas jual beli jatah pupuk yang seharusnya untuk petani Jepara malah dibeli warga asal Demak.

“Tersangka Khamdan ditangkap usai membeli pupuk dari Tri Purwanto. Ia mengangkut pupuk dengan menggunakan truk dengan nomer polisi H 1561 SE. Dalam pengakuannya, ia membeli 38 karung pupuk ZA, pupuk SP36 33 buah dan NPK 19 karung,” terangnya.

Total pupuk yang dibeli dari Tri Purwanto, adalah 4.500 kilogram. Dengan rincian setiap karung berisi 50 kilogram pupuk bersubsidi.

Dalam pengakuannya, Khamdan mengaku hanya dititipi petani didaerahnya untuk membelikan pupuk. Hal itu lantaran dirinya adalah seorang pedagang beras yang acapkali berkeliling untuk membeli stok beras.

“Saya hanya dimintai tolong untuk mencarikan pupuk, karena petani didaerah saya kesulitan mendapatkan pupuk,” tuturnya.

Sementara itu, si penjual pupuk bersubsidi asal Jepara Tri Purwanto mengaku. Dalam pengakuannya, dirinya tak tahu bilamana pupuk yang dijualnya akan diedarkan ke Demak. Namun ia mengakui, pupuk yang dijualnya lebih mahal dari yang seharusnya.

“Semestinya sekarung itu dijualnya Rp 70 ribu per 50 kilogram. Namun saya jual Rp 80 ribu. Kalau itu pupuk sisa,” akunya.

Keduanya terancam hukuman 5 tahun kurungan penjara. Mereka disangkakan melanggar pasal 30 ayat 2 Permendag RI Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013, tentang pengadaan dan penyaluran Pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.