Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Solo Jadi Kota Paling Nyaman Dihuni, Ini Alasannya

MuriaNewsCom, Solo – Kota Solo, dinobatkan sebagai Kota Layak Huni dengan nilai tertinggi di Indonesia. Label ini diberikan oleh Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) yang melakukan survei di 26 kota dan provinsi.

Hasil survei yang dilakukan sepanjang 2017 itu, ada 7 kota yang dinilai sebagai kota yang layak huni. Ada beberapa aspek yang menentukan, antara lain keamanan, keselamatan, kebersihan dan transportasi kota.

Solo sendiri ditetapkan sebagai kota yang paling nyaman di Indonesia untuk ditinggali. Enam kota lainnya adalah Palembang, Balikpapan, Denpasar, Semarang, Tangerang Selatan dan Banjarmasin.

Ketua Kompartemen Livable City IAP, Elkana Catur mengatakan Solo terpilih menjadi kota yang memiliki nilai paling tinggi dan konsisten menjadi kota yang layak huni bagi warganya. Berdasarkan data kota layak huni, pada tahun 2017 index kota layak huni Solo mencapai 66,9 persen.

Penilaian itu menjadi yang terbaik mengungguli nilai kota-kota lainnya seperti Semarang, Balikpapan, Denpasar, dan Palembang.

Selain Solo, ada enam kota lain yang masuk ke dalam top tier city, yakni kota dengan nilai index livability di atas rata-rata. Keenam kota tersebut yakni Palembang (66,6 persen), Balikpapan (65,8), Denpasar (65,5 persen), Semarang (65,4 persen), Tangerang Selatan (65,4 persen) dan Banjarmasin (65,1 persen).

“Solo dan Balikpapan adalah kota yang konsisten sebagai Top Cities. Kota Solo adalah kota yang memiliki index tertinggi disusul dengan Balikpapan dan kota lainnya,” kata Elkana.

Hasil survei juga terungkap jika aspek ketercukupan pangan dan fasilitas peribadatan serta pelayanan keagamaan dari sebuah kota menjadi aspek paling memuaskan bagi masyarakat dengan peresentase mencapai 76 persen.

Aspek ketiga yang dirasa cukup membuat masyarakat Indonesia merasa nyaman tinggal di Solo yaitu pengelolaan air bersih, angkanya mencapai 75 persen.

“Fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan juga menjadi poin plus masyarakat merasa nyaman hidup di kotanya, kedua angkanya sama yaitu 71 persen,” terangnya.

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo mengaku sempat kaget dengan label itu, namun ia bangga. Menurut dia, capaian ini salah satunya karena masyarakat Kota Solo yang sudah bisa saling menghargai kemajemukan.

“Mampu saling menghormati dan menghargai. Tidak memandang suku, agama dan juga ras,” katanya.

Sedangkan, lanjut Rudy, peran pemerintah yakni melakukan penataan kota. Tujuannya adalah untuk memberikan kenyamanan bagi warga dan juga wisatawan yang berkunjung ke Kota Solo.

Selain itu, dukungan untuk infrastruktur juga menjadi hal utama. Mengingat, kenyamanan tidak terlepas dari fasilitas yang memadai. Untuk itu, Pemkot terus berupaya untuk memberikan infrastruktur yang bisa menjadikan Kota Solo nyaman untuk ditinggali.

“Seperti pembangunan overpass yang sebentar lagi akan dilakukan, pembangunan jembatan kembar Kalianyar. Dan semuanya harus kami antisipasi,” ujarnya.

Rudy menambahkan, pemerintah tidak bisa menghentikan laju pertumbuhan kendaraan. Sehingga, infrastruktur menjadi salah satu alternatif untuk memberikan kenyamanan. Termasuk juga penyediaan ruang terbuka hijau.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...