Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Gerah Bertahan di Penampungan, Pedagang Pasar Piji Kudus Mulai Tempati Kios Baru

MuriaNewsCom, Kudus – Pembangunan Pasar Piji di Kecamatan Dawe memang belum bisa ditempati. Meski begitu, pedagang yang berada di penampungan mulai gerah. Alasannya, mereka sudah menunggu di penampungan dua tahun.

Tak ayal, banyak pedagang di Pasar Piji mulai menyiapkan lapak kios untuk ditempati. Salah satunya adalah Yatiman. Pedagang Pasar Piji itu mulai membenahi lapak kiosnya untuk ditempati berjualan. Hanya, untuk menempati lapaknya yang baru, ia masih menunggu hari yang baik dalam hitungan jawa.

”Penepatan lapak menunggu hari yang baik. Ini sudah mulai memperbaiki lapak, namun masih banyak yang belum jadi,” katanya kepada MuriaNewsCom, Senin (2/4/2018).

Meski begitu, masih banyak lapak kios pedagang yang belum bisa ditempati. Meski sudah ada pembagian, namun masih ada sebagian yang belum dibagikan ke pedagang. Akibatnya, mereka masih bertahan di penampungan.

”Sudah ada pembagian, namun ada yang belum dibagi kepada para pedagang. Saat ini mereka masih bertahan di penampungan,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Susanto salah satu pedagang di Pasar Piji. Dirinya berharap dengan selesainya pembangunan Pasar Piji tersebut, pedagang bisa segara menempati Pasar Piji yang baru.

Menurut Susanto, keadaan pasar penampungan yang digunakan saat ini jauh dari kata layak. Selain tempatnya kumuh, saat hujan tiba, pasar penampungan juga becek. Akibatnya, banyak pelanggan yang enggan mampir untuk belanja.

“Harapannya secepatnya pindah, penampung tidak layak. Apalagi kalau hujan turun,”  jelasnya.

Ia menambahkan, penempatan pasar baru juga molor. Sebelumnya, mereka dijanjikan enam bulan sudah bisa menikmati gedung baru. Namun, janji itu menguap hingga dua tahun.

”Sudah hampir dua tahun. Kata orang dinas dulu, enam bulan sudah bisa pindah. Tapi, malah molor hingga dua tahun,” bebernya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...