Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ratusan Pelayat Antar Jenazah Habib Helmy ke Pemakaman

MuriaNewsCom, Kudus – Mendung menggelayut di atas Pemakaman Muslim Ploso Kudus, Senin (26/3/2018). Awan seolah menaungi ratusan pelayat, yang mengantarkan Habib Helmy bin Hasan Alaydrus (34) ke peristirahatan terakhir.

Sebelum jenazah Habib Helmi dibawa dari rumah duka di Kramat, Kecamatan Kota Kudus, pada sekitar pukul 15.00 WIB, cuaca di Kota Kretek, panas menyengat. Namun setengah jam sebelumnya, hujan seolah mendinginkan pengabnya udara.

Sekitar pukul 16.00 WIB, jenazah Habib Helmi tiba di pesareyan. Hujan telah usai dan ratusan pelayat kemudian memadati areal makam. Tua, muda, pria dan wanita. Mereka tampak hikmat sambil terus mengumandangkan kalimat tauhid Laaillahailallah Muhammadurrosullullah. 

Kakak Habib Helmy, Habib Ali mengatakan tak ada pesan khusus yang disampaikan sebelum meninggal dunia pada Minggu (25/3/2018) malam. Namun demikian, sehari sebelum mengembuskan nafas terakhir ia mengumpulkan seluruh keluarga.

“Tidak ada pesan khusus, namun sehari sebelumnya, ia mengumpulkan seluruh keluarga. Pada saat meninggal pun ia masih sadar, sempat mengeluh sulit bernapas, lalu kemudian tiada, saya kira tidur,” tuturnya.

Dirinya mengungkapkan, adiknya itu masuk ke rumah sakit pada Minggu dinihari. Sebelumnya, ia sempat dirawat di RSUP dr. Kariyadi Semarang. Diagnosisnya, Habib Helmy terserang virus SGB atau Syndrome Guillain Barre.

Sempat membaik, dan dibawa pulang namun kondisi Habib Helmy kemudian memburuk, dan harus kembali di rawat di RS Mardirahayu Kudus.

“Ia semasa hidup tak pernah menyimpan dendam. Ia selalu tersenyum. Karomahnya luar biasa, dari mulai pada waktu sebelum pemakaman tiba-tiba hujan turun sebentar lalu mendung. Kemudian pelayat sebanyak ini hadir tanpa diundang. Beliau pun tak merasakan kesakitan pada waktu meninggal,” tuturnya.

Disamping itu, ia mengungkapkan, pada saat hendak disucikan jenazah adiknya itu masih dalam kondisi lemas. “Ia meninggal jam 20.00 WIB. Pada waktu pukul 01.00 WIB (Senin dinihari) ketika hendak disucikan tangannya pun lemas. Tidak kaku,” tambahnya.

Disinggung mengenai jamaah pengajian Mahabbaturrosul pimpinan Habib Helmy, Habib Ali mengaku belum ada penerusnya.

Habib Helmy meninggalkan seorang istri bernama Fitriyah. Ia adalah anak ketiga dari empat bersaudara yakni, Habib Fahmi, Habib Ali dan Habib Fuad. Sementara ayahnya bernama Hasan bin Sholeh Alaydrus dan ibu bernama Farida.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...