Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Gus Yasin Jamin Kartu Tani Tak Persulit Petani

MuriaNewsCom, Purbalingga – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng Sudirman Said-Ida Fauziyah sering menyebut jika Kartu Tani yang jadi program unggulan Ganjar Pranowo menyusahkan petani. Tudingan ini dibantah Calon Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, yang mejamin Kartu Tani justru akan memudahkan petani.

Ini dikatakan Gus Yasin ketika mengunjungi Pondok Pesantren Sunan Gringsing, Purbalingga, Rabu (21/3/2018). Di tempat itu, Gus Yasin mendapat keluhan dari petani tentang kondisi yang mereka alami.

Salah satunya, Samian, petani asal Desa Gemuruh, Kecamatan Padamara, Purbalingga.  Anggota kelompok tani Mugi Rahayu 3 itu bercerita tentang Kartu Tani dan sulitnya mencari tenaga tanam akhir-akhir ini.

“Kalau untuk petani, biasanya menabung dulu baru mendapat pupuk. Kerepotannya di situ, kalau dulu ada uang dapat pupuk,” katanya.

Saat ini yang menjadi permasalahan adalah susahnya mencari tenaga kerja tanam dan mencari bibit. “Tenaga kerja tanam jumlahnya makin menurun. Di wilayah Gemuruh, baiknya bagaimana, diberi mesin tanam atau ada solusi lainnya?,” tanya Samian.

Mendapat pertanyaan tersebut, Gus Yasin menegaskan Kementerian Pertanian hingga saat ini tidak mencabut subsidi bibit. “Dengan adanya laporan ini, justru menjadi pertanyaan kenapa bibit susah dicari?. Nanti kita periksa akar masalahnya,” terangnya.

Ia mengatakan, pada masa mendatang, permasalahan bibit subsidi juga akan masuk Kartu Tani. Diakuinya, belum semua permasalahan pertanian sudah ditampung Kartu Tani.

“Permasalahan subsidi seperti gas melon, mestinya untuk orang yang membutuhkan. Nanti ini diatur di Kartu Tani sesuai kebutuhan petani, seperti pupuk atau bibit,” ujarnya.

Pasangan Ganjar Pranowo itu juga menyinggung tren masyarakat Jawa Tengah yang meninggalkan pertanian. Ia menuturkan pemerintah akan mendorong masyarakat Jateng kembali ke habitatnya dan menjamin pertanian. “Bahkan sekarang buruh tani lebih mahal dari buruh bangunan,” tambahnya.

Baca juga : 

Yasin menuturkan, pada 2016 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah punya Perda Pertanian tentang jaminan pemerintah membeli hasil panen dan asuransi petani.

“Namun, belum bisa dilaksanakan hingga sekarang karena pemerintah pusat belum ada aturannya,” ucapnya.

Sebelumnya, Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menyatakan akan merombak pelaksanaan program Kartu Tani. Alasan Sudirman Said ingin merombak program ini, karena ia menyebut ada banyak kekurangan dalam pelaksanaanya. Ia menyebut, dalam setiap pertemuan dengan petani, keluhan soal kartu petani selalu muncul.

“Suara petani di mana-mana sama. Kartu petani bukannya memudahkan malah menyulitkan petani,” kata Sudirman.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...