Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Warga Muraharjo Blora Gorok Lehernya Sendiri Sampai Tewas

MuriaNewsCom, Blora – Peristiwa orang bunuh diri yang menggegerkan warga terjadi di Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Blora, Minggu (18/3/2018). Pelaku bunuh diri yang dilakukan di rumahnya sendiri itu diketahui bernama Suwarni (50).

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa bunuh diri diketahui sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, anak korban Muryanti (27) hendak memasukkan pakaian dari jemuran ke dalam kamar orang tuanya. Namun, kondisi pintu kamar ternyata terkunci dari dalam.

Selanjutnya, Muryanti memanggil ayahnya Wagiman (60) yang ada di pekarangan. Kedua orang itu kemudian mencoba memanggil nama korban beberapa kali, tetapi tidak ada jawaban dari dalam kamar.

Merasa curiga, Wagiman kemudian mendobrak pintu kamar tersebut. Setelah pintu terbuka, keduanya sontak kaget. Soalnya, mereka mendapati tubuh korban sudah bersimbah darah di atas tempat tidurnya. Pada kursi plastik di samping tempat tidur terdapat parang berlumuran darah.

Melihat kondisi itu, keduanya kemudian berteriak minta perlongan warga. Mendengar teriakan ini, warga sekitar langsung berdatangan ke lokasi kejadian.

Saat diperiksa warga, korban ternyata sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Selanjutnya, peristiwa itu dilaporkan pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Kapolsek Kunduran, AKP Untung Hariyadi ketika dimintai komentarnya menyatakan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Kemudian, polisi bersama dengan tim medis memeriksa kondisi korban.

Saat diperiksa, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Pada leher korban mengalami luka sobek sepanjang 15 cm dan dalamnya  2 cm.

“Dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan, tidak ditemukan bekas penganiayaan atau tanda kekerasan. Korban meninggal akibat bunuh diri. Luka pada leher terjadi akibat goresan sebuah parang yang dilakukan korban sendiri,” kata mantan Kapolsek Klambu, Grobogan itu.

Menurutnya, mengenai penyebab tindakan bunuh diri, diduga disebabkan sakit glukoma selama dua tahun yang tidak kunjung sembuh. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, hampir setiap hari, korban sering mengeluhkankan penyakit pada kedua matanya yang tidak kunjung sembuh.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...