Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Santri Ponpes di Sragen Diserang Saat Tidur, Polisi Sebut Hanya Halusinasi

MuriaNewsCom, Sragen — Seorang santri Pondok Pesantren Raudlatul Falah Dukuh Karangdowo RT 026 Desa Kecik, Tanon, Sragen, berinisial AZ (17) mengaku menjadi korban penganiayaan. Ia mengaku diserang seseorang saat tidur, bahkan juga ditindih dengan sekaruh gabah.

Alhasil, pengakuan santri ini membuat heboh kalangan pondok dan warga sekitar. Peristiwa itu diakuinya terjadi pada Rabu (14/3/2018) lalu. Aparat kepolisin pun langsung merespon laporan ini.

Namun saat melakukan penyelidikan, polisi menemukan fakta yang cukup mengejutkan. Dari hasil pemeriksaan mulai dari puskesmas hingga ke dua rumah sakit tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh santri yang akrab dipanggil Udin tersebut.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman menyatakan, ada ketidaksingkronan antara pernyataan korban dengan hasil pemeriksaan.

“Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan terhadap korban, oleh tim medis diawali dari Puskesmas Tanon, Rumah Sakit Yaksi Gemolong dan Rumah Sakit Amal Sehat Sragen, ternyata pada kondisi tubuh korban tidak terdapat luka akibat kekerasan,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan saksi juga mengaku tak ada yang melihat secara langsung peristiwa penganiayaan itu. Setiap kejadian yang dialami korban, menurut keterangan para saksi, hanyalah dari cerita korban semata.

Polisi menduga Udin mengalami gangguan kejiwaan yang mengakibatkan seringnya berhalusinasi. Hal ini dikuatkan dengan hasil pemeriksaan psikiater dari polres maupun RSUD Sragen.

“Kami menilai kejadian yang dilaporkan adalah penganiayaan terhadap Udin hanyalah halusinasi yang membuat cerita, bahwa dirinya seolah-olah dianiaya oleh pelaku yang tidak dikenal,” ujarnya.

Untuk memastikan, Jumat (16/3/2018) sore kemarin, Udin dibawa ke Rumah Sakit Jiwa di Solo untuk menjalani pemeriksaan secara mendalam oleh ahli psikiatri dan kejiwaan.

Sebelumnya santer beredar kabar di masyarakat, seorang santri diserang orang tak dikenal saat tidur di Ponpes raudlatul Falah, Kecik, Tanon. Udin mengaku diserang dipukul di bagian perut, ditindih pakai sekarung gabah.

Pelaku juga menutup wajah Udin dengan sarung, sehingga ia tidak bisa melihat wajahnya. Akibat insiden itu korban mengalami luka sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Namun dari hasil pemeriksaan polisi menemukan ketidaksingkronan keterangan korban dengan para saksi dari pondok pesantren tersebut, dan terdapat kejanggalan.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...