Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tim BPSMP Sangiran Temukan Fosil Unik di Banjarejo Grobogan, Ini Wujudnya

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan benda purbakala kembali ditemukan tim ahli dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, saat melakukan penelitian di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus.

Benda purbakala baru yang berasal dari berbagai potongan tubuh hewan purba tersebut ditemukan tim ahli dari beberapa lokasi survei maupun eskavasi.

Dari ratusan temuan baru tersebut, ada satu yang dinilai unik bahkan sangat jarang didapatkan. Yakni, fosil potongan gigi susu stegodon (stegodon muda) yang di atasnya melekat atau menempel beberapa fosil kerang purba.

Jumlah kerang yang menempel ada 6 buah. Posisi fosil kerang menempel erat seperti dilem.

“Saat ditemukan kondisi aslinya memang seperti ini. Jadi, potongan fosil gigi gajah purba itu memang melekat erat kayak dilem. Fosil kedua jenis hewan ini tidak bisa terpisahkan, karena sudah menyatu. Penemuan ini memang cukup unik dan temuan kayak gini baru satu-satunya,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik, Kamis (15/3/2018).

Fosil unik itu panjangnya sekitar 13 cm dengan lebar 9 cm dan tebal/diameternya 9 cm. Fosil ditemukan saat tim BPSMP melakukan survei lapangan di sebelah utara Dusun Peting, Minggu (11/3/2018) lalu.

Di sisi lain, adanya temuan fosil unik itu makin menguatkan dugaan jika di wilayah Banjarejo dulunya berupa lautan. lalu berubah jadi daerah rawa dan daratan. Hal ini diprediksi dari jenis fosil yang sudah berhasil ditemukan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Sebelumnya, jenis hewan purba berdasarkan fosil yang ditemukan selama ini berasal dari sekitar 12 spesies binatang. Antara lain, gajah, badak, kuda nil, penyu, banteng, kerbau, buaya, kerang, antelope, menjangan, ikan laut termasuk hiu yang hidup di perairan dangkal.

Ahli Geologi dari BPSMP Sangiran, Suwito Nugraha menyatakan, dari analisanya, kondisi alam di kawasan Banjarejo dimungkinkan beralih dari lautan kemudian darat dan laut lagi.

Dalam survei dan ekskavasi yang sudah dilaksanakan dua tahun terakhir di Banjarejo, diketahui fosil binatang yang ditemukan menunjukkan kondisi lingkungan yang berasal dari daratan dan tepi pantai serta laut.

Lebih lanjut dijelaskan, lapisan tanah yang ditemukan di dalam beberapa kotak ekskavasi yang dibuka pada tahap penelitian berupa gamping konglomeratan. Yakni tanah dengan campuan cangkang kerang, organisme laut, pecahan batu dan lumpur karbonat.

Pada temuan di kotak ekskavasi penelitian, juga terdapat lapisan tanah diduga dari laut dengan indikasi tanah berwarna biru dan tanah bau anyir. “Bisa jadi dulunya kawasan ini semula berupa lautan lalu jadi rawa dan daratan,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...