Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ratusan Bayi di Solo Alami Gejala Kekerdilan

MuriaNewsCom, Solo – Ratusan bayi di Kota Solo mengalami stunting atau tumbuh kerdil. Data di Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, ada sebanyak 495 bayi di bawah dua tahun yang mengalami masalah ini.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun.

Jumlah bayi yang mengalami stunting di Solo tersebut mencapai 3,2 % dari jumlah keseluruhan bayi yang ada di kota tersebut. Meski demikian, jumlah itu dianggap masih relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan data nasional, sebesar 37 % atau 9 juta anak.

Walau dianggap cukup kecil, namun Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih menyebut kasus ini tetap tak bisa dibiarkan. Ia menyatakan, penanganan terhadap kasus stunting harus ditangani secara serius.

“Kalau melihat dari jumlah di Solo sendiri cukup bagus ya, tapi kalau bicara soal kesehatan, saya pun tidak mau ada kasus stunting di Solo,” ujarnya dikutip dari metrojateng.com, Rabu (14/3/2018).

Menurut dia, faktor kesehatan hanya menyumbang sampai 30 % saja masalah kekerdilan ini, dan 70% nya adalah faktor nonkesehatan. Ia pun mengajak masyarakat dan dinas terkait untuk bersama-sama menyelesaikan hal tersebut.

Sementara itu, Ketua Tim Pengerak PKK Kota Solo, Endang Rudyatmo menjelaskan bayi stunting terjadi apabila tinggi sang bayi tersebut lebih pendek dari tinggi rata-rata bayi di Indonesia. Untuk bayi perempuan, berumur 3 bulan seharusnya memiliki tinggi minimal 55,6 cm, 6 bulan memiliki tinggi 61,2 cm, 9 bulan 65,3 cm, hingga 18 bulan 74,9 cm.

Sedangkan bayi laki-laki, berumur 3 bulan seharusnya memiliki tinggi minimal 57,3 cm, 6 bulan memiliki tinggi 63,3 cm, 9 bulan 67,5 cm, hingga 18 bulan 76,9 cm.

“Kita bersama posyandu di tiap kampung selalu rutin melakukan pengecekan terhadap anak dengan menggunakan tikar ukur pertumbuhan tinggi bayi, kita berharap bisa lebih cepat megetahui dan mendapatkan kecukupan gizi bagi anak penderita stunting melalui alat tikar tersebut,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Comments
Loading...