Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Perbaikan Ratusan Ruang Kelas Rusak di Grobogan Dialokasikan Dana Rp 7,8 Miliar

MuriaNewsCom, Grobogan – Jumlah ruang kelas SD di Grobogan yang kondisinya rusak parah dipastikan akan berkurang. Hal ini seiring bakal dilakukannya perbaikan ruang kelas rusak dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat menyatakan, untuk perbaikan ruang kelas pada tahun 2018 ini sudah dialokasikan anggaran sekitar Rp 7,8 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Perbaikan ruang kelas rusak akan dimulai sekitar bulan April mendatang.

”Anggaran untuk perbaikan sudah disiapkan. Rencananya, bulan April pekerjaan perbaikan ruang kelas rusak mulai dilakukan,” katanya, Rabu (14/3/2018).

Dana sebesar Rp 7,8 miliar tersebut disiapkan untuk perbaikan 105 ruang kelas di 34 sekolah dasar yang tersebar di 14 Kecamatan. Yakni, Kecamatan Pulokulon (3 SD), Karangrayung (3), Toroh (5), Geyer (3), Kradenan (1), Gabus (3), Wirosari (3), Ngaringan (3), Grobogan (2), Brati (1), Klambu (1), Godong (2), Gubug (2), dan Purwodadi (1).

Jumlah kerusakan ruang kelas pada tiap SD itu bervariasi. Ada SD yang ruang kelasnya hanya rusak parah 1 lokal saja. Namun, ada beberapa SD yang ruang kelasnya rusak hingga 4 lokal.

”105 ruang kelas di 34 SD itu masuk dalam skala super prioritas untuk ditangani.

Bupati Grobogan, Sri Sumarni saat meninjau sekolah rusak, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Soalnya, tingkat kerusakannya sangat parah sehingga kurang representatif untuk kegiatan pembelajaran,” jelas mantan Kepala SMAN 1 Purwodadi itu.

Ia menjelaskan, jumlah SD baik negeri maupun swasta keseluruhan ada 823 sekolah. Sebagian besar gedung SD dibangun lewat program Inpres tahun 70 hingga 80 an. Pada beberapa tahun lalu, jumlah ruang kelas yang rusak mencapai ribuan.

Namun, secara bertahap sudah dilakukan perbaikan. Baik untuk ruang yang rusak parah maupun sedang. Meski demikian, perbaikan ruang kelas rusak belum bisa tuntas tetapi jumlahnya sudah berkurang.

Menurut Amin, jumlah ruang kelas rusak yang diperbaiki pada tahun ini dimungkinkan masih bertambah, diluar 34 SD tersebut. Sebelumnya, pihaknya sudah mengajukan bantuan perbaikan ruang kelas rusak pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

”Tahun ini, kita kemungkinan dapat bantuan sosial perbakan ruang kelas rusak dari Kementerian. Tetapi, untuk kepastiannya masih nunggu keputusan resmi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...