Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dinsos Grobogan Bakal Bantu Kaki dan Tangan Palsu buat Siti Muayanah

0 387

MuriaNewsCom, Grobogan – Berita mengenai Siti Muayanah, penyandang difabel di Desa Bugel, Kecamatan Godong yang memerlukan bantuan langsung mendapat respon dari Pemkab Grobogan. Rencananya, pemkab melalui Dinas Sosial Grobogan akan menyalurkan bantuan pada perempuan berusia 18 tahun yang punya fisik kurang sempurna tersebut.

Kepala Dinas Sosial Grobogan Andung Sutiyoso menyatakan, pada tahap awal, pihaknya sudah menyalurkan sembako pada Muayanah yang saat ini tinggal berdua dengan ayahnya Mualim. “Bantuan sembako sudah kita serahkan ke rumahnya Rabu kemarin. Kami diminta ibu Bupati Grobogan untuk memberikan bantuan ini. Semoga bermanfaat dan dapat meringankan beban yang diberikan,” ujarnya, Kamis (8/3/2018).

Untuk bantuan tahap kedua juga sedang dipersiapkan. Yakni, membuatkan kaki dan tangan palsu buat Muayanah supaya bisa mudah beraktivitas.

“Muayanah memang butuh bantuan kaki dan tangan palsu biar bisa memudahkan untuk aktivitas sehari-hari. Kita akan upayakan untuk bisa kasih bantuan ini,” sambung Andung.

Seperti diberitakan, Meski kondisinya terlihat sehat namun Siti Muayanah, warga Desa Bugel, Kecamatan Godong ini tidak bisa beraktivitas seperti rekan-rekannya. Hal ini terjadi karena perempuan berusia 18 tahun itu memiliki fisik yang kurang sempurna.

Yakni, tidak memiliki pergelangan dan jari pada kedua tangannya. Demikian pula, pada kedua kakinya juga tidak punya pergelangan dan jari. Kondisi fisik yang kurang sempurna itu sudah dimiliki Muayanah sejak dilahirkan.

Muayanah merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang semuanya perempuan. Kakaknya Atmini, sudah menikah dan sekarang berdomisili di Cepu, Blora. Sedangkan adiknya Rizkia, ikut familinya di Godong.

Muayanah merupakan anak pasangan Mualim (47) dan Siti Amiyatun. Ibunya sudah meninggal saat melahirkan Rizkia tahun 2006 lalu.

Dalam beberapa tahun terakhir, Muayanah sempat dirawat oleh neneknya. Namun, sekarang ini, ia hanya tinggal berdua dengan ayahnya Mualim karena neneknya sudah meninggal dunia, sekitar tiga bulan lalu.

Dengan keterbatasan itu, Mualim berharap agar Siti Muayanah mendapatkan bantuan. Salah satu bantuan yang diharapkan adalah kaki dan tangan palsu yang bisa membantu mengembalikan aktivitas Siti Muayanah.

“Dulu pernah punya kaki palsu tetapi sudah lama tidak dipakai. Soalnya, sekarang ukuran kaki palsunya sudah tidak pas. Saya harap, ada bantuan kaki palsu untuk Siti Muayanah,’’ ujar Mualim, Senin (5/3/2018) kemarin.

Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.