Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pembangunan Rampung, Pasar BUMDESA di Jepon Blora Diresmikan 

MuriaNewsCom, Blora – Keberadaan Pasar Kawasan Perdesaan “Sumber Makmur” di Kecamatan Jepon, Blora akhirnya diresmikan penggunaannya. Peresmian pasar tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Ahmad Erani Yustika bersama Bupati Blora Djoko Nugroho, Jumat (2/3/2018).

Pasar tersebut selesai dibangun pada penghujung tahun 2017 kemarin. Pasar perdesaan itu merupakan unit usaha yang dikelola Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA). Yakni, antara Desa Puledagel, Desa Bacem dan Desa Kawengan Kecamatan Jepon. Pembangunan pasar itu didukung anggaran dari Kemendesa PDTT.

“Terimakasih saya sampaikan pada Pak Dirjen karena sudah memberikan bantuan pembangunan pasar untuk warga Puledagel, Kawengan dan Bacem yang selanjutnya akan dikelola BUMDESMA. Pasar ini nantinya akan menjadi pusat transaksi jual beli hasil pertanian dari beberapa desa. Dengan demikian sektor pertanian dan perdagangan akan lebih hidup,” ungkap Bupati Djoko Nugroho.

Menurut Djoko, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Blora saat ini sangat dipengaruhi oleh sektor pertanian dan perdagangan. Oleh sebab itu, kedua sektor ini akan terus dikembangkan dengan berbagai langkah strategis. Antara lain dengan melakukan revitalisasi pasar di pedesaan.

“Saat ini angka kemiskinan Blora terus berkurang. Sebelumnya peringkat 21 naik ke peringkat 19 dari 35 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah. Hal ini juga karena adanya pertumbuhan ekonomi yang semakin baik di bidang pertanian dan perdagangan,” lanjutnya.

Bupati menyatakan bahwa saat ini di Blora tidak ada industri besar yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Sehingga sudah sepantasnya arah pembangunan pemerintah ditujukan ke sektor pertanian dan perdagangan yang kini tumbuh baik di pedesaan, termasuk UMKM.

Dirjen PKP Kemendesa PDTT Ahmad Erani Yustika menyatakan, pihaknya sependapat dengan pernyataan Djoko Nugroho. Menurut dia, sudah saatnya pembangunan banyak dilakukan di perdesaan. Oleh karena itulah pemerintahan Presiden Jokowi fokus memperhatikan pembangunan desa dengan membentuk Kementerian Desa, dan mengucurkan dana desa.

“Desa itu ibarat ibunya kehidupan, sedangkan pemerintah Indonesia ini anaknya. Jauh sebelum Indonesia merdeka, desa-desa sudah ada dan menghidupi masyarakat. Jadi jangan sampai setelah Indonesia merdeka, lantas pembangunan desa dikesampingkan. Dari desa inilah sumber pangan berada,” ucapnya.

Ia lantas menerangkan bahwa tahun 2018 ini dana desa diperbolehkan untuk membangun kawasan perdesaan. Dana desa yang sebelumnya hanya boleh digunakan untuk membangun desanya sendiri, kini bisa digunakan untuk “urunan” membangun kawasan perdesaan. Bisa dua desa, tiga desa, atau lima desa bekerjasama membangun fasilitas bersama.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Gunadi menyebutkan, Pasar Kawasan Perdesaan “Sumber Makmur” dibangun dana Rp 1 miliar melalui Ditjen PKP Kemendesa PDTT. Lahan seluas 5000 meter persegi yang ditempati untuk pasar merupakan lahan tanah kas desa dan tanah bengkok. Luas bangunan 300 meter persegi yang terdiri dari 8 kios dan 12 los selasar untuk 30 pedagang.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...