Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Camat Jekulo Tepis Anggapan Unsur Politis saat Berfoto Bareng Cawabup Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Camat Jekulo Dwi Yusie Sasepti berkilah fotonya bersama habib dan Cawabup Noor Yasin, merupakan doa bersama bagi pemenangan calon tersebut. Dirinya mengatakan, saat itu hanya berdoa bersama tanpa embel-embel politik.

“Itu doa biasa yang dilakukan para habib ketika akan naik panggung untuk pengajian. Kami kebetulan berada di tempat yang sama, dia (Yasin) juga undangan, bagaimana sih kalau orang mau ketemu sama Habib, kan salaman,” ucapnya, setelah diklarifikasi oleh Panwaskab Kudus, Selasa (27/2/2018) siang.

Menurutnya, foto di dunia maya yang tersebar diberikan caption yang tidak sesuai dengan kenyataan. Dirinya menyebut, si penyebar foto yakni Cak Narto (Sunarto) tidak hadir di tempat.

“Dia (Cak Narto) tidak ada di tempat saat itu,” ungkapnya.

Disinggung apakah dirinya akan menuntut si penyebar foto, Yusie mengaku tak akan memperpanjang permasalahan. Dirinya mengaku sudah mengenal baik sosok Sunarto.

“Tidak menggugat, kita masih berteman baik (Sunarto). Masyarakat akan tahu sendiri,” jawabnya.

Menurutnya, saat itu aula Kecamatan dipinjam untuk kegiatan pengajian. Selain itu Yusie mengaku tak mengetahui terkait kedatangan Noor Yasin.

“Saya di situ diundang oleh panitia. Saya tak tahu juga yang datang ‎ada Pak Yasin. Wong itu yang ngurusi panitia bukan saya,” ucap dia.

Sementara itu, saat MuriaNewsCom mencoba mengklarifikasi hal itu pada Sunarto, yang bersangkutan enggan memberi tanggapan. Dirinya mengaku sedang berada di luar kota.

Ketemu neng ndarat wae, aja telpon aku lagi neng luar kota (ketemu langsung saja, saya sedang diluar kota),” ucapnya singkat, kemudian menutup sambungan telepon.

Sementara itu, Ketua Panwaskab Kudus Wahibul Minan mengatakan, jika terbukti ada pelanggaran maka pihaknya akan menindak sesuai peraturan. Dirinya akan memberikan rekomendasi kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (K ASN) dan atasan dari yang bersangkutan langsung.

“Untuk hasil tadi masih kajian kami cuma, sekilas kedatangan cawabup tak ada unsur pelanggaran, tapi masih dalam kajian. Rencana tim penyelenggara kegiatan juga akan kami panggil,” tutur dia.

Menurutnya, ia memanggil lima kades dan satu camat. Namun demikian, jika benar terbukti, pihaknya akan mengkaji masuk pelanggaran atau tidak.

“Untuk Kades di UU 10 ada kategori pidana, minimal sebulan maksimal enam bulan. Sedangkan untuk ASN (pegawai negeri sipil) sudah jelas diatur dalam PP 53, nanti (pemberian sanksi) akan kita rekomendasikan kepada K ASN,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, akun Cak Narto menyebarkan foto Yusie bersama habib dan Cawabup Noor Yasin, terlihat sedang berdoa. Dalam captionnya, Cak Narto menulis, “CAWABUP Pak Noor Yasin Doa Pemenangan Bersama Dg Camat Jekulo Kades Pladen Hadipolo Bulung Cangkring, Honggosoco dan Jekulo di Ruang Kerja Camat Jekulo Sederek,” tulisnya.

Editor : Supriyadi

Comments
Loading...