Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tinjau Lokasi Bencana di Desa Sumberagung, Bupati Grobogan Terkenang Masa Lalu

MuriaNewsCom, Grobogan – Kerusakan infrastruktur di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan akibat banjir bandang Senin kemarin bakal segera ditangani. Hal itu dijanjikan langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni saat meninjau lokasi bencana, Selasa (27/2/2018).

”Musibah yang terjadi tidak bisa diprediksi datangnya. Nanti, kerusakan infrastruktur akan kita tangani. Besok, kita minta DPUPR untuk langsung melakukan penanganan. Tolong masyarakat juga ikut dikerahkan kerja bakti biar proses penanganan cepat rampung,” tegasnya.

Kepala DPUPR Grobogan Subiyono yang ikut mendampingi bupati saat melihat lokasi bencana, langsung menegaskan kesiapannya untuk segera memperbaiki kerusakan infrastruktur tersebut. Kemudian, jajaran Muspika Kecamatan Ngaringan dan Kades Sumberagung Rusno juga siap mendukung perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang yang terjadi sehari sebelumnya itu.

Banjir bandang yang menerjang Desa Sumberagung yang wilayahnya berbatasan dengan Kecamatan Todanan, Blora itu mengakibatkan belasan rumah warga rusak. Selain rumah rusak, dampak banjir bandang juga menyebabkan akses jalan menuju Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari longsor ditiga titik. Kemudian, banjir bandang juga mengakibatkan talud sungai disamping rumah warga longsor cukup parah.

”Penanganan kerusakan yang terkait infrastruktur kita prioritaskan dulu. Untuk bantuan korban bencana, nanti dari BPBD dan Dinas Sosial,” sambung Sri.

Usai melihat lokasi bencana, Sri dan rombongan sempat mampir di Balaidesa Sumberagung. Di tempat itu kebetulan masih ada puluhan warga yang baru saja selesai melaksanakan musyawarah desa untuk perencanaan pembangunan tahun 2019.

Dalam kesempatan itu, Sri sempat bercerita jika kedatangannya ke Desa Sumberagung membuatnya terkenang masa lalu. Ceritanya, saat remaja dulu, Sri sering tinggal di rumah kakaknya yang waktu itu masih jadi guru di SD Sumberagung. Hampir setiap libur sekolah, Sri dan adik serta beberapa keponakannya selalu menginap di Sumberagung selama beberapa hari.

”Dulu kalau kesini saya jalan kaki dari jalan raya Purwodadi-Blora ke Sumberagung yang jauhnya sekitar 9 km. Waktu itu, jalannya masih jelek dan suasananya agak seram karena kawasan hutan sekitar sini pohonnya besar-besar,” katanya.

Selama tinggal di Sumberagung, Sri menyatakan, belum pernah terjadi banjir di desa tersebut. Oleh sebab itu, ia sempat merasa kaget ketika mendapat laporan adanya banjir bandang di Sumberagung yang menyebabkan banyak kerusakan infrastruktur.

”Saya belum pernah menjumpai banjir bandang di sini. Barangkali, lingkungan alam yang berubah, menjadi salah satu penyebab banjir di sini,” katanya.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...