Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Berkunjung ke Sesepuh Sedulur Sikep Kudus, Ganjar Diberi Wejangan Ini

MuriaNewsCom, Kudus – Ganjar Pranowo sowan ke rumah Wargono, sesepuh Sedulur Sikep Kudus yang tinggal di Dukuh Kaliyoso, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan Senin (26/2/2018). Ia datang disertai istrinya Siti Atiqoh Supriyanti.

Mengenakan batik warna coklat tua, ia tiba di kediaman Wargono pukul 12.45 WIB. Setelah menyalami tuan rumah, ia mengungkapkan kedatanganya ini untuk melunasi janji.

Menurut politisi PDIP itu, tokoh sedulur sikep tersebut bukanlah orang asing baginya. Beberapa kali ia pernah bertemu dan menyambangi rumahnya.

Aku arep nglunasi janji (berkunjung),” kata Ganjar.

Dalam perbincangan tersebut, Ganjar dan Wargono nampak akrab. Sesekali Wargono yang memakai pakaian serba hitam, menceritakan tentang aktifitasnya bertani, hingga urusan lambungnya yang pernah terserang maag akut.

Layaknya teman lama, mereka saling bertukar kabar dan saling mendoakan satu sama lain.

Namun dalam satu perbincangan, Wargono yang mengetahui Ganjar akan nyalon sebagai Gubernur untuk kali kedua, sempat menitipkan pesan.

Jateng iki kanggo lumbung pari. Iki dieling-eling. (Jateng harus dibuat sebagai lumbung padi. Ini harus diingat-ingat),” ujar Wargono yang merupakan orang tua kandung Gunarti, aktifis yang menolak pendirian pabrik semen di lereng Kendeng Pati dan Rembang.

Mendengar hal itu, Ganjar mengiyakan. “Iya-ya bener berase dewe turahe 3,5 juta ton. Terus tak kirim neng  Kaltim, Pekanbaru lan Sumbar. (iya betul, produksi beras kita masih ada kelebihan 3,5 juta ton, ters sisanya ada yang saya kirim ke Kaltim, Pekanbaru dan Sumbar),” kata Ganjar.

Setelah momen tersebut, kemudian obrolan Ganjar dan Wargono terlihat lebih cair. Mereka kerapkali membahas tentang keluarga masing-masing.

Setelah hampir dua jam bercengkrama, Ganjar kemudian meninggalkan kediaman Wargono menuju Solo.

Editor: Supriyadi

Comments
Loading...