Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Potongan Tangan dan Kepala Ditemukan dari Longsor Brebes

MuriaNewsCom, Brebes – Tim SAR gabungan, hingga Sabtu (24/2/2018) masih terus melakukan pencarian terhadap korban longsor di Desa Panjirpanjang, Kecamatan Salem, Brebes. Hingga kini dilaporkan masih ada 13 orang yang belum ditemukan.

Proses pencarian melibatkan tim SAR Polri dan TNI. Polda Jateng juga mengerahkan dua anjing pelacak K9 untuk mendeteksi mayat.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, pagi tadi mengunjungi lokasi longsor. Ia menyebut, untuk melakukan pencarian dan evakuasi ada berbagai kendala yang ditemui tim SAR di lapangan.

“Kesulitan dan kendala dalam mengevakuasi korban adalah material-material longsor ini. Luas areal longsoran kurang lebih 4 km dan panjangnya 2 km, serta tebalnya sekitar 5-8 meter,” katanya.

Ia menyebut, dalam proses pencarian tim di lapngan menemukan sejumlah potongan tubuh. Yakni tangan dan kepala. Bagian tubuh yang diduga korban longsor ini diangkat dari sekitar aliran sungai di Desa Pasirpanjang yang berjarak 2 km dari titik longsor.

Temuan ini berawal dari laporan warga yang ikut melakukan pencarian di lokasi aliran Sungai Cipangurudan. Mereka kemudian menemukan potongan kepala yang tertimbun lumpur. Dari temuan ini, mereka melaporkan ke posko bencana.

“Untuk korban hingga saat ini masih dinyatakan berjumlah 13 yang belum ketemu. Dan juga di temukan potongan-potongan tubuh berupa tangan, kaki dan kepala di timbunan longsor,” ujar Kapolda Jateng.

Polisi juga melakukan pencarian korban longsoran di aliran sungai. (Polda Jateng)

Potongan-potongan tubuh ini nantinya akan dicocokkan dengan bagian tubuh lain yang ditemukan. Polda Jateng telah mengirimkan tim DVI dari Biddokkes Polda Jateng. Tim DVI ini nantinya akan melakukan identifikasi para korban longsor.

Condro juga menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di lereng gunung agar tetap waspada apabila hujan turun. Selain itu, pihaknya juga meminta Bhabinkamtibmas, Babinsa hingga lurah dan camat untuk menggiatkan patroli siaga bencana.

“Saya mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di lereng- lereng gunung agar tetap waspada bencana,” imbaunya.

Laporan terbaru, longsor yang terjadi di kawasan Gunung Lio, Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem ini membuat puluhan orang tertimbun. Delapan korban meninggal telah ditemukan terkubur material longsor.

Sementara 13 orang dinyatakan masih hilang dan dalam proses pencarian. Longsor itu juga menyebabkan satu orang mengalami luka berat dan 12 orang lain mengalami luka ringan.

Pemprov Jateng memastikan, korban bencana ini akan mendapat jaminan pengobatan dan santunan. Untuk keluarga korban meninggal akan diberi santunan sebesar Rp 10 juta dan korban luka-luka diberi santunan Rp 7,5 juta.

Editor : Ali Muntoha

Baca juga : 

Comments
Loading...